Sentimen Kasus Covid Membayangi Pasar, IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak Mixed
Rabu, 23 November 2022 - 07:46 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan masih dalam tren sideways dan akan bergerak mixed cenderung menguat pada sepanjang perdagangan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih dalam tren sideways dan akan bergerak mixed cenderung menguat pada sepanjang perdagangan. Adapun pergerakan indeks saham akan berada di kisaran 6.926-7.124.
Baca Juga: Keok di Akhir Sesi, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke 7.030
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, pada perdagangan kemarin, IHSG mulai mengalami net buy asing, walaupun masih berakhir melemah namun sudah jauh lebih bagus.
"Sebenarnya IHSG semakin sering mendekati level 7.100 belakangan ini yang artinya daya beli pelaku pasar sebenarnya sudah membesar. Tinggal nilai transaksi yang masih minim saja yang menjadi pemberatnya," tulis William dalam analisisnya, Rabu (23/11/2022).
Namun, lanjut dia, kondisi ini membuat kami lebih optimis akan peluang terjadinya window dressing dengan mulai mengoleksi saham big caps sebagai penggerak indeks. Garis besar tren IHSG masih sideways, namun sudah lebih terukur dan membuka peluang lebih banyak untuk buy on weakness.
"Sentimen kasus COVID kembali membayangi pasar, namun belum ditemukannya indikasi sector rotation pada sektor farmasi," ujar dia.
Baca Juga: Menanti Arah Baru Kebijakan The Fed, 3 Indeks Utama Wall Street Berakhir Menguat
Baca Juga: Keok di Akhir Sesi, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke 7.030
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, pada perdagangan kemarin, IHSG mulai mengalami net buy asing, walaupun masih berakhir melemah namun sudah jauh lebih bagus.
"Sebenarnya IHSG semakin sering mendekati level 7.100 belakangan ini yang artinya daya beli pelaku pasar sebenarnya sudah membesar. Tinggal nilai transaksi yang masih minim saja yang menjadi pemberatnya," tulis William dalam analisisnya, Rabu (23/11/2022).
Namun, lanjut dia, kondisi ini membuat kami lebih optimis akan peluang terjadinya window dressing dengan mulai mengoleksi saham big caps sebagai penggerak indeks. Garis besar tren IHSG masih sideways, namun sudah lebih terukur dan membuka peluang lebih banyak untuk buy on weakness.
"Sentimen kasus COVID kembali membayangi pasar, namun belum ditemukannya indikasi sector rotation pada sektor farmasi," ujar dia.
Baca Juga: Menanti Arah Baru Kebijakan The Fed, 3 Indeks Utama Wall Street Berakhir Menguat
Lihat Juga :