Perlombaan Eropa Mengamankan Gas untuk Musim Dingin Selanjutnya Sudah Dimulai

Rabu, 23 November 2022 - 14:35 WIB
loading...
Perlombaan Eropa Mengamankan...
Penyimpanan gas Uni Eropa saat ini telah penuh mencapai sekitar 95%. Banyak analis menyakini Eropa bisa menghindari bencana energi musim dingin kali ini, tapi tidak dengan tahun-tahun selanjutnya. Foto/Dok
A A A
BRUSSELS - Eropa bergerak cepat mengisi pasokan gas untuk beberapa tahun ke depan, meski Benua Biru telah mengisi cadangan gas alamnya untuk musim dingin 2022. Jam terus berdetak bagi Eropa supaya mengamankan energi untuk tahun-tahun mendatang, yang diperkirakan ancaman krisis gas Eropa masih akan membayangi.

Baca Juga: China Ketergantungan Rusia? Keluarin Duit Rp938,5 Triliun untuk Impor Energi dari Moskow

Penyimpanan gas Uni Eropa saat ini telah penuh mencapai sekitar 95%, dan banyak analis menyakini Eropa bisa menghindari bencana energi musim dingin kali ini. Tetapi pengadaan gas untuk musim dingin yang akan datang secara luas diperkirakan akan menjadi lebih sulit bagi negara-negara Eropa.

Pasalnya mereka akan secara penuh terputus dari pasokan Rusia, ditambah ketatnya persaingan global dalam mengamankan kargo gas alam cair yang terbatas. Ada sedikit tambahan LNG yang akan masuk ke pasar internasional hingga sekitar tahun 2026, ketika proyek yang direncanakan di AS (Amerika Serikat) dan Qatar bakal mulai beroperasi.

Meski begitu Eropa kemungkinan besar masih harus bersaing untuk mendapatkan pasokan yang ketat selama beberapa tahun ke depan.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina, beberapa perusahaan Eropa menandatangani kontrak untuk mendapatkan LNG AS. Sekarang para pelaku bisnis yang mengandalkan gas mengatakan, benua Eropa akan membutuhkan lebih banyak untuk tahun-tahun mendatang.

Negosiasi itu menunjukkan meningkatnya masalah keamanan energi, kata beberapa orang. Namun semua itu menjadi rumit karena ketika banyak orang di Eropa mencari gas selama lima hingga 10 tahun ke depan, beberapa pejabat perusahaan dan pemerintah enggan menandatangani kontrak pasokan jangka panjang.

Baca Juga: Hilangkan Ketergantungan Energi Rusia, Uni Eropa Jatuh ke Pelukan Diktator Lain

Jerman dan negara-negara Eropa lainnya telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil secara dramatis, dan perusahaan-perusahaan khawatir mereka tidak dapat menggunakan gas tidak lama lagi.

"BASF dan Uniper sedang mencari cara untuk mendapatkan lebih banyak gas alam, termasuk melalui LNG," kata juru bicara perusahaan itu.

Pejabat pemerintah Jerman sedang memantau diskusi tentang pasokan gas, termasuk pembicaraan terpisah dengan perusahaan minyak dan gas Norwegia Equinor ASA. Sumber terdekat bahkan menyatakan, terkadang mereka memberikan saran ke perusahaan yang harus dihubungi eksportir.

Seorang juru bicara Kementerian Ekonomi dan Iklim Jerman mengatakan, bahwa pembelian gas adalah tanggung jawab perusahaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Rekomendasi
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
3 Negara Eropa Memohon...
3 Negara Eropa Memohon Iran dan Israel untuk Menahan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved