Perlombaan Eropa Mengamankan Gas untuk Musim Dingin Selanjutnya Sudah Dimulai

Rabu, 23 November 2022 - 14:35 WIB
loading...
A A A
Kepala Eksekutif Equinor, Anders Opedal mengatakan, dalam sebuah wawancara baru-baru ini: "Kami bekerja sama dengan industri Jerman untuk menemukan titik temu untuk potensi investasi masa depan," dalam minyak dan gas serta energi rendah karbon.

Dilansir Wall Street Journal menyebutkan, pejabat UE telah mengusulkan pembentukan kolektif perusahaan Eropa untuk mengoordinasikan pembicaraan kesepakatan gas dan bersama-sama membeli bahan bakar, sehingga menghindari penawaran satu sama lain untuk gas yang sama.

Pada bulan Oktober, Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner menyatakan dukungan untuk gagasan tersebut. Tetapi beberapa eksekutif perusahaan dan pejabat pemerintah meragukan program semacam itu akan berhasil karena kompleksitas pasar gas dan kebutuhan yang berbeda di antara negara-negara, dan beberapa perusahaan melakukan negosiasi sendiri.

"Kami tidak sepenuhnya yakin tentang manfaat dan keuntungan yang dapat dicapai dengan menggabungkan pengadaan gas di tingkat Eropa," kata juru bicara RWEAG, utilitas Jerman yang menandatangani kesepakatan 15 tahun yang tidak mengikat dengan eksportir LNG AS Sempra Infrastructure pada bulan Mei.

Dia mengatakan, RWE mendesak pejabat pemerintah untuk mendukung kontrak gas jangka panjang.

Perusahaan-perusahaan Jerman tidak sendirian dalam upaya mengamankan gas. Negara-negara termasuk Prancis dan Inggris menghadapi ancaman kekurangan daya, dan eksekutif LNG AS telah menyerukan kepada pemerintah Eropa untuk mencari kesepakatan.

Anak perusahaan dari perusahaan kimia Inggris, Ineos Group AG menandatangani perjanjian pasokan yang tidak mengikat dengan Sempra pada awal tahun ini, seperti halnya perusahaan energi Polandia, Polskie Gornictwo Naftowe i Gazownictwo SA.

Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan, sedang bekerja dengan pemasok domestik dan internasional untuk mengeksplorasi kontrak yang dapat meningkatkan keamanan pasokan energi.

Sementara itu oposisi bersikeras perlunya kesepakatan gas jangka panjang yang menurut beberapa orang dapat menggagalkan target perubahan iklim yang bertujuan menurunkan emisi gas rumah kaca.

"Sulit untuk melihat bagaimana mereka kompatibel dengan rencana dekarbonisasi," kata Jill Duggan, direktur eksekutif untuk Eropa di organisasi nirlaba Environmental Defense Fund.

Para pejabat Jerman sebelumnya mengatakan, mereka memperkirakan permintaan gas alam negara itu akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2030, kemudian secara bertahap bakal memberi jalan kepada energi yang lebih terbarukan.

Ketegangan antara kebutuhan energi mendesak Eropa dan aspirasi iklim jangka panjang menciptakan pasar yang rumit bagi pembeli Eropa serta penjual AS. Pengembang proyek LNG perlu menandatangani kontrak jangka panjang dengan pelanggan untuk membiayai pabrik bernilai miliaran dolar yang mengubah gas menjadi cair untuk ekspor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Rekomendasi
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved