Perlombaan Eropa Mengamankan Gas untuk Musim Dingin Selanjutnya Sudah Dimulai

Rabu, 23 November 2022 - 14:35 WIB
loading...
A A A
Beberapa orang Eropa mencari cara untuk memuaskan eksportir sambil mempertahankan target iklim. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah menandatangani kesepakatan jangka panjang dan menjual kembali sebagian gas di pasar luar negeri untuk tahun-tahun berikutnya.

Opsi itu diizinkan oleh sebagian besar kontrak LNG AS, menurut eksekutif perusahaan, bankir, dan lainnya yang diberi pengarahan tentang pembicaraan tersebut. Opsi lain yang sedang dibahas adalah bagi pembeli berinvestasi langsung dalam proyek LNG dan menandatangani kontrak pasokan jangka pendek.

Orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan kesepakatan mengatakan kesenjangan lain tetap ada antara pembeli dan penjual. Pembeli Eropa menginginkan harga yang lebih rendah dari penjual AS, dengan alasan bahwa mereka telah mendapat untung besar dari krisis energi Eropa.

Sedangkan Penjual AS mengatakan pembeli tidak menghargai inflasi dan biaya transportasi serta risiko keuangan yang ditanggung perusahaan. Diproyeksikan bahwa harga akan naik lagi dalam beberapa bulan dan tahun mendatang.

Commonwealth LNG yang sedang mengembangkan pabrik LNG AS baru yang tepatnya berada di Louisiana Selatan, terbuka untuk kontrak 10 tahun. "Tetapi dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kesepakatan 20 tahun," kata Ketua eksekutif perusahaan, Paul Varello.

Kontrak yang lebih pendek akan mengharuskan eksportir untuk mengamortisasi utang dalam periode yang lebih pendek.

"Aman untuk mengatakan perusahaan yang dapat menawarkan (durasi kontrak) yang fleksibel dan fleksibilitas seputar penetapan harga" akan menandatangani kesepakatan dengan orang Eropa," kata Varello.

Ketidaksepakatan tentang urgensi potensi kekurangan gas adalah poin yang melekat. Beberapa pejabat Jerman baru-baru ini menyarankan dalam diskusi pribadi bahwa mereka merasakan lebih sedikit tekanan untuk mencapai kesepakatan pasokan gas sebelum akhir tahun.

Alasannya mengutip sumber terdekat yakni harga lebih rendah dan volume penyimpanan yang lebih baik dari yang diharapkan. Beberapa eksekutif bisnis Eropa khawatir bahwa bantalan itu hanya sementara, dan kurangnya kemauan politik menciptakan risiko untuk musim dingin di masa depan.

Badan Energi Internasional yang berbasis di Paris memperingatkan bulan ini bahwa Eropa berisiko tidak dapat memenuhi kebutuhan energinya tahun depan dan mendesaknya untuk melakukan penghematan gas lebih besar serta beralih ke sumber energi terbarukan lainnya.

Kekurangan gas alam Eropa pada musim panas 2023 bisa mencapai 30 miliar meter kubik, menurut perkiraan IEA. "Eropa pada dasarnya perlu melakukan semua yang bisa dilakukan," kata Direktur IEA untuk pasar energi dan keamanan, Keisuke Sadamori.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Rekomendasi
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Dilantik Jadi Jampidsus,...
Dilantik Jadi Jampidsus, Kuntadi Janji Tuntaskan Kasus Besar hingga Evaluasi Perkara
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Berita Terkini
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved