Kejutan! Bakal Ada 680 Ribu Rice Cooker Gratis, Bisa Hemat Segini per Bulan
Jum'at, 25 November 2022 - 17:32 WIB
loading...
Pemerintah berencana akan membagikan 680 ribu rice cooker. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) mengungkap program bantuan penanak nasi listrik atau rice cooker gratis untuk masyarakat. Rencananya, rice cooker yang akan disebar sebanyak 680 ribu unit dengan nilai paket bantuan sebesar Rp500 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).
Baca juga: Konsumsi Listrik 1.169 kWh per Kapita, Indonesia Paling Tertinggal di ASEAN
Program tersebut diklaim dapat menghemat subsidi elpiji Rp52,22 miliar. Selain itu, tujuan dari program ini untuk mendukung pemanfaatan energi bersih, meningkatkan konsumsi listrik per kapita, dan penghematan biaya memasak bagi masyarakat.
Subkoordinator Fasilitasi Hubungan Komersial Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Edy Pratikno, mengatakan sudah ada kajian sementara perbandingan antara memasak dengan rice cooker dan elpiji. Edy mengakui rice cooker ini punya kelebihan dan kekurangan.
"Karena kapasitasnya kecil sehingga memasak bisa lebih dari sekali. Kapasitas 300 watt harus lebih besar sehingga memasak cukup sekali dalam sehari," kata Edi dalam diskusi publik secara virtual pada Jumat, (25/11/2022).
Dia membeberkan, kebutuhan elpiji untuk menanak nasi sebesar 2,4 kg per bulan dengan biaya yang dikeluarkan Rp16.800 per bulan. Sementara, konsumsi energi menanak nasi dengan rice cooker 19,80 kWh per bulan dengan biaya Rp10.396 per bulan.Dengan demikian, menanak nasi dengan rice cooker ada penghematan Rp6.404 per bulan.
"Dari hasil kajian sementara itu ada komparasi dan manfaat," katanya.
Baca juga: Konsumsi Listrik 1.169 kWh per Kapita, Indonesia Paling Tertinggal di ASEAN
Program tersebut diklaim dapat menghemat subsidi elpiji Rp52,22 miliar. Selain itu, tujuan dari program ini untuk mendukung pemanfaatan energi bersih, meningkatkan konsumsi listrik per kapita, dan penghematan biaya memasak bagi masyarakat.
Subkoordinator Fasilitasi Hubungan Komersial Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Edy Pratikno, mengatakan sudah ada kajian sementara perbandingan antara memasak dengan rice cooker dan elpiji. Edy mengakui rice cooker ini punya kelebihan dan kekurangan.
"Karena kapasitasnya kecil sehingga memasak bisa lebih dari sekali. Kapasitas 300 watt harus lebih besar sehingga memasak cukup sekali dalam sehari," kata Edi dalam diskusi publik secara virtual pada Jumat, (25/11/2022).
Dia membeberkan, kebutuhan elpiji untuk menanak nasi sebesar 2,4 kg per bulan dengan biaya yang dikeluarkan Rp16.800 per bulan. Sementara, konsumsi energi menanak nasi dengan rice cooker 19,80 kWh per bulan dengan biaya Rp10.396 per bulan.Dengan demikian, menanak nasi dengan rice cooker ada penghematan Rp6.404 per bulan.
"Dari hasil kajian sementara itu ada komparasi dan manfaat," katanya.
Lihat Juga :