APBN Defisit Rp169,5 Triliun di Oktober, Aman atau Mengkhawatirkan?

Jum'at, 25 November 2022 - 22:20 WIB
loading...
APBN Defisit Rp169,5...
Setelah surplus sembilan bulan beruntun, APBN pada bulan Oktober 2022 mengalami defisit Rp169,5 triliun. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Setelah surplus sembilan bulan beruntun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada bulan Oktober 2022 mengalami defisit Rp169,5 triliun.

Angka tersebut setara 0,91% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau terhadap defisit total sebesar Rp439,9 triliun. Surplus anggaran hingga Sembilan bulan berturut-turut ini baru pertama kali ditorehkan APBN.

Terkait hal ini, Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky menyatakan bahwa defisit APBN tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan.

"Setelah APBN surplus beberapa periode, tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI) di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Menurut dia, memang ada beberapa kewajiban dan pos pembayaran yang baru jatuh tempo pada periode ini. "Misalnya beberapa pelunasan kompensasi atau subsidi, ini yang jatuh tempo dan kemudian membuat APBN menjadi defisit," tuturnya.

Baca juga: Defisit Rp169,5 Triliun, Sri Mulyani Pastikan Kondisi APBN Tetap Sehat

Selain itu, dia juga menyoroti soal porsi dari komoditas yang tidak sebesar sebelumnya.Jika dilihat defisitnya, menurut Teuku, ini masih dalam target pemerintah dan juga masih cukup rendah.

"Ini bukanlah sesuatu hal yang mengkhawatirkan, dan kalau kita lihat juga, tahun anggaran 2022 ini sudah hampir berakhir, dilihat dari target pemerintah ini masih 'within the target' dan masih sangat baik," tutup Teuku.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan APBN saat ini dalam kondisi sehat meskipun pada Oktober lalu mengalami defisit.

Baca juga: Jadi Andalan Saat Krisis, APBN Harus Dipastikan Tetap Sehat

Menurut Sri, defisit Rp169,5 triliun atau 0,91% PDB tersebut masih jauh di bawah batas defisit pada Perpres 98/2022 yaitu 4,5% terhadap PDB.

"Dengan kondisi ini, kita masih optimis, namun tetap harus mencermati tren global untuk bisa merumuskan langkah-langkah menjaga ekonomi kita yang sedang baik ini,” ujar mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved