Pelaku IHT Ungkap Kenaikan Cukai Berpotensi Ciptakan PHK
Minggu, 27 November 2022 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Heri menambahkan, alasan yang dikemukakan Menterian Keuangan atas kenaikan cukai rokok sangat tidak masuk akal. Kenaikan cukai rokok dikarenakan fokus pemerintah terhadap prevalansi merokok, yang turun menjadi 8% dari sebelumnya 9%. Padahal prevalansi merokok ini sangat dipengaruhi oleh preferensi dan perpindahan atas pilihan rokok ke golongan layer yang lebih murah, terlebih lagi rokok polos atau ilegal atau tanpa cukai.
![Pelaku IHT Ungkap Kenaikan Cukai Berpotensi Ciptakan PHK]()
Ketum Formasi Heri Susianto
“Maraknya peredaran rokok ilegal menjadikan para perokok, baik yang pemula maupun aktif beralih dari rokok legal ke rokok tanpa cukai. Ini tidak terdeteksi jumlahnya oleh pemerintah,” jelas Heri Susianto.
Bagi Gaprindo, menurut Benny, kebijakan kenaikan cukai rokok di atas 10% di tahun 2023 dan 2024, kemungkinan besar akan semakin menurunkan jumlah produksi rokok putih. Jika dilihat produksinya dari tahun 2017, year on year Oktober 2017, kira-kira jumlah produksinya mencapai 17,4 miliar. Saat ini tahun 2022 year on year, tinggal 10,4 miliar batang.
“Kenaikan cukai rokok pengaruhnya sangat berat karena kami mengalami kemunduran dari segi produksi. Mungkin di tahun depan juga turun antara 8-9%," pungkas Beny Wahyudi.

Ketum Formasi Heri Susianto
“Maraknya peredaran rokok ilegal menjadikan para perokok, baik yang pemula maupun aktif beralih dari rokok legal ke rokok tanpa cukai. Ini tidak terdeteksi jumlahnya oleh pemerintah,” jelas Heri Susianto.
Bagi Gaprindo, menurut Benny, kebijakan kenaikan cukai rokok di atas 10% di tahun 2023 dan 2024, kemungkinan besar akan semakin menurunkan jumlah produksi rokok putih. Jika dilihat produksinya dari tahun 2017, year on year Oktober 2017, kira-kira jumlah produksinya mencapai 17,4 miliar. Saat ini tahun 2022 year on year, tinggal 10,4 miliar batang.
“Kenaikan cukai rokok pengaruhnya sangat berat karena kami mengalami kemunduran dari segi produksi. Mungkin di tahun depan juga turun antara 8-9%," pungkas Beny Wahyudi.
Lihat Juga :