Pelaku IHT Ungkap Kenaikan Cukai Berpotensi Ciptakan PHK
Minggu, 27 November 2022 - 11:15 WIB
loading...
Kenaikan cukai rokok dinilai akan menciptakan PHK. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Para pelaku industri hasil tembakau ( IHT ) meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan cukai rokok tahun 2023 dan 2024 rata rata sebesar 10% lebih. Pasalnya, situasi saat ini sudah masuk resesi ekonomi dunia.
Baca juga: Pengamat: Kebijakan Cukai Hasil Tembakau seperti Pisau Bermata Dua
Para pelaku IHT menilai, dalam situasi seperti ini harusnya ada kelonggaran dari pemerintah, bukan justru semakin dipersulit . Sekiranya pemerintah membutuhkan dana pembangunan, maka kenaikan cukai tidak lebih dari 7%.
“Saya benar-benar tidak tahu, apakah memang IHT sudah tidak diperhatikan? Yang jelas, kontribusi IHT ke penerimaan negara itu kan lebih dari 10%. Cukainya saja tahun ini diperkirakan lebih dari Rp200 triliun,” kata Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wahyudi, dikutip Sabtu (27/11/2022).
Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Heri Susianto, mengatakan tahun 2022 target cukai rokok sekitar Rp203 triliun. Kenaikan cukai memang untuk memenuhi kebutuhan keuangan negara. DPR sudah mengajukan kenaikan cukai rokok di angka 7%. Namun pemerintah tetap menaikkan cukai di angka 10% lebih.
Baca juga: Pengamat: Kebijakan Cukai Hasil Tembakau seperti Pisau Bermata Dua
Para pelaku IHT menilai, dalam situasi seperti ini harusnya ada kelonggaran dari pemerintah, bukan justru semakin dipersulit . Sekiranya pemerintah membutuhkan dana pembangunan, maka kenaikan cukai tidak lebih dari 7%.
“Saya benar-benar tidak tahu, apakah memang IHT sudah tidak diperhatikan? Yang jelas, kontribusi IHT ke penerimaan negara itu kan lebih dari 10%. Cukainya saja tahun ini diperkirakan lebih dari Rp200 triliun,” kata Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wahyudi, dikutip Sabtu (27/11/2022).
Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Heri Susianto, mengatakan tahun 2022 target cukai rokok sekitar Rp203 triliun. Kenaikan cukai memang untuk memenuhi kebutuhan keuangan negara. DPR sudah mengajukan kenaikan cukai rokok di angka 7%. Namun pemerintah tetap menaikkan cukai di angka 10% lebih.
Lihat Juga :