Kisah Bagaimana Kekayaan Qatar Menyentuh Jutaan Kehidupan di Inggris
Selasa, 29 November 2022 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
UE yang jauh lebih bergantung pada gas Rusia lebih mendesak dalam mengamankan pasokan alternatif. Secara keseluruhan, UE hanya mendapat 5% gasnya dari Qatar - tetapi itu bisa berubah.
Kanselir Jerman Olaf Schultz telah mengatakan, bahwa Qatar akan memainkan peran sentral dalam strategi negara itu untuk melakukan diversifikasi dari gas Rusia. Tapi hal itu tidak bisa terjadi dalam semalam.
Negosiasi kontrak menjadi rumit. Lantaran Qatar suka memasok gas di bawah kesepakatan jangka panjang, yang berlangsung 15-20 tahun, yang mungkin tidak konsisten dengan tujuan negara-negara Barat untuk melakukan dekarbonisasi.
Sebaliknya China, dengan rencana net-zero yang kurang ambisius, telah meluncurkan perjanjian 27 tahun untuk membeli gas Qatar senilai USD60 miliar. Jerman sendiri masih perlu meningkatkan infrastrukturnya, terutama terminal yang menerima gas alam cair atau yang dikenal sebagai LNG, untuk mengambil lebih banyak pasokan.
Inggris selangkah di depan berkat kerja sama dengan Qatar. Ditambah adanya terminal South Hook di Wales, di mana LNG diturunkan ke kontainer khusus. Diklaim lokasi itu dapat menampung seperlima dari kebutuhan gas harian Inggris - pemerintah Qatar disebut menginvestasikan jutaan dolar untuk meningkatkan kapasitas hingga seperempatnya pada tahun 2025.
Dan pada saat itu, Qatar mengharapkan bisa menggandakan output LNG-nya tanpa kekurangan pelanggan. Inggris mungkin tidak bisa menemukan partner selain Qatar yang bisa diandalkan, karenanya hubungan kedua negara tampaknya hanya akan menjadi lebih dekat di tahun-tahun mendatang.
Kanselir Jerman Olaf Schultz telah mengatakan, bahwa Qatar akan memainkan peran sentral dalam strategi negara itu untuk melakukan diversifikasi dari gas Rusia. Tapi hal itu tidak bisa terjadi dalam semalam.
Negosiasi kontrak menjadi rumit. Lantaran Qatar suka memasok gas di bawah kesepakatan jangka panjang, yang berlangsung 15-20 tahun, yang mungkin tidak konsisten dengan tujuan negara-negara Barat untuk melakukan dekarbonisasi.
Sebaliknya China, dengan rencana net-zero yang kurang ambisius, telah meluncurkan perjanjian 27 tahun untuk membeli gas Qatar senilai USD60 miliar. Jerman sendiri masih perlu meningkatkan infrastrukturnya, terutama terminal yang menerima gas alam cair atau yang dikenal sebagai LNG, untuk mengambil lebih banyak pasokan.
Inggris selangkah di depan berkat kerja sama dengan Qatar. Ditambah adanya terminal South Hook di Wales, di mana LNG diturunkan ke kontainer khusus. Diklaim lokasi itu dapat menampung seperlima dari kebutuhan gas harian Inggris - pemerintah Qatar disebut menginvestasikan jutaan dolar untuk meningkatkan kapasitas hingga seperempatnya pada tahun 2025.
Dan pada saat itu, Qatar mengharapkan bisa menggandakan output LNG-nya tanpa kekurangan pelanggan. Inggris mungkin tidak bisa menemukan partner selain Qatar yang bisa diandalkan, karenanya hubungan kedua negara tampaknya hanya akan menjadi lebih dekat di tahun-tahun mendatang.
(akr)
Lihat Juga :