Sri Mulyani Ungkap Banyak Pejabat Tak Dapat THR, Ini Alasannya
Kamis, 09 Juli 2020 - 15:21 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani ungkap banyak pejabat tidak mendapatkan THR. FOTO/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi belanja pegawai baru mencapai Rp 114,1 triliun hingga Semester I 2020. Angka tersebut turun 3,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 117,9 triliun.
"Realisasi semester I 2020 tumbuh negatif," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Banggar DPR, di Jakarta, Kamis (9/7/2020).
Baca Juga: Tunjangan Guru dan Gaji Honorer Dongkrak Belanja Pegawai hingga Rp68,2 Triliun
Menurut dia turunnya belaja pegawai membuat beberapa pejabat tidak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) hal itu seiring diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2020 tentang Pemberian THR 2020 kepada PNS, Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pegawai Non-pegawai Negeri Sipil, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan. Sejumlah pejabat yang tidak diberikan THR, antara lain pejabat eselon I dan II dan pejabat setara lainnya.
"Realisasi belanja pegawai kementerian dan lembaga turun 3,3% dipengaruhi perubahan kebijakan THR," ujarnya.
"Realisasi semester I 2020 tumbuh negatif," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Banggar DPR, di Jakarta, Kamis (9/7/2020).
Baca Juga: Tunjangan Guru dan Gaji Honorer Dongkrak Belanja Pegawai hingga Rp68,2 Triliun
Menurut dia turunnya belaja pegawai membuat beberapa pejabat tidak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) hal itu seiring diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2020 tentang Pemberian THR 2020 kepada PNS, Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pegawai Non-pegawai Negeri Sipil, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan. Sejumlah pejabat yang tidak diberikan THR, antara lain pejabat eselon I dan II dan pejabat setara lainnya.
"Realisasi belanja pegawai kementerian dan lembaga turun 3,3% dipengaruhi perubahan kebijakan THR," ujarnya.
Lihat Juga :