Mewaspadai Efek Tak Terduga Pembatasan Harga dan Larangan Minyak Rusia Oleh Eropa

Rabu, 30 November 2022 - 17:51 WIB
loading...
Mewaspadai Efek Tak...
Para pelaku pasar mulai mencemaskan rencana Uni Eropa (UE) untuk melarang pengiriman minyak Rusia melalui laut dan membatasi harga yang dapat dijual Rusia ke tempat lain mulai 5 Desember. Foto/Dok
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) berencana melarang pengiriman minyak Rusia melalui laut dan membatasi harga yang dapat dijual Rusia ke tempat lain mulai 5 Desember 2022, mendatang. Pedagang khawatir bahwa langkah itu akan mengguncang pasar minyak dunia dan risiko terbesarnya adalah harga minyak melonjak lebih tinggi.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Mengubah Wajah Perdagangan Minyak Global

Jika Rusia tidak dapat menjual minyak mentah atau menolak untuk menjualnya dengan harga yang disetujui, pembeli harus memperebutkan jumlah minyak yang berkurang di pasar Internasional. Ditambah mereka harus membayarnya dengan harga semakin mahal.

Tetapi larangan itu dapat memiliki efek sebaliknya, selama Rusia menemukan cara untuk menjual semua minyaknya yang terkena sanksi kepada pembeli lain. Untuk memahaminya, ada baiknya mempertimbangkan bagaimana cara sanksi bekerja di pasar minyak dunia.

Masuknya minyak Rusia, maka bakal menambah panjang daftar minyak dunia yang terkena sanksi. Untuk diketahui sanksi-sanksi itu sebagian besar, tidak memaksa semua minyak dari negara-negara yang terkena sanksi seperti Iran dan Venezuela keluar dari pasar dunia.

Kondisi ini hanya memaksa negara-negara itu untuk menjual minyak mereka dengan harga diskon. Di sisi lain para pembeli akan sulit menolak minyak dengan harga diskon, bahkan mereka meminta lebih dengan alasan harus mengambil risiko membeli dari rezim yang terkena sanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved