Majelis Tenaga Nuklir Jangan Sampai Mengambil Wewenang Bapeten

Rabu, 30 November 2022 - 21:58 WIB
loading...
A A A
Menanggapi rencana tersebut, COO Thorcon Power Idonesia, Bob S. Effendi, menjelaskan bahwa pembentukan Majelis Tenaga Nuklir adalah amanat UU Ketenaganukliran sejak tahun 1997 yang tidak pernah terealisasi. Saat ini rencana itu dihidupkan kembali oleh RUU EBT.

"Bila nuklir digerakkan sebagai motor pembangunan ekonomi nasional maka majelis seperti ini dibutuhkan tetapi asal tidak mengambil kewenangan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten)," kata Bob saat dihubungi MNC Portal, Rabu (30/11/2022).

Dia membeberkan, perihal Indonesia banyak potensi energi baru terbarukan harus ditempatkan dalam konteks yang tepat. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh energi primer yang 80% adalah fosil.

Bila pemerintah ingin menggantikan energi fossil menjadi energi primer yang bersih maka pilihannya hanya nuklir.

"Coba saja pikirkan EBT apa yang memiliki keekonomian sama dengan batu bara? Dapat beoperasi sebagai baseload (24 jam) tanpa terpengaruh dengan cuaca, dapat dibangun di mana saja dan mendekati beban," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Rekomendasi
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved