KA Argo Parahyangan Mau Disetop? Erick Thohir: Bisa jadi Kereta Barang

Senin, 05 Desember 2022 - 19:33 WIB
loading...
KA Argo Parahyangan...
Wacana penghentian operasi KA Argo Parahyangan bergulir seiring akan diresmikannya operasional kereta cepat Jakarta-Bandung tahun depan. Ilustrasi foto/Ist
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menanggapi kabar soal rencana penghentian operasi Kereta Api (KA) Argo Parahyangan rute Jakarta-Bandung PP saat Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) diresmikan pada tahun depan.

Menurut Erick, wacana penghentian operasi KA Argo Parahyangan tergantung pada kebijakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Saya rasa itu kembali yang namanya kebijakan soal kereta dan lain-lain itu kan ada di Pak Menteri Perhubungan," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Senin (5/12/2022).

Meski tidak secara gamblang menyebut adanya rencana penghentian Argo Parahyangan, menurut Erick kereta eksekutif yang dikelola BUMN PT KAI (Persero) itu bisa saja dikonversi menjadi kereta kargo atau barang.

"Yang namanya kereta kan bisa juga jadi kereta barang. Karena Indonesia ini nggak punya yang namanya kereta barang, nah untuk penumpangnya bisa juga dengan kereta cepat," tukasnya.

Baca juga: Kalah Cepat dengan Kereta Cepat, Jadi Pertimbangan Argo Parahyangan Dipensiunkan

Lebih lanjut, Erick memastikan pihaknya bersama Kementerian Perhubungan mendorong adanya integrasi moda transportasi antara Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Menurut dia, selama ini masing-masing kementerian mangambil kebijakan sendiri-sendiri sehingga program yang berjalan tidak bisa disinkronisasikan.

"Nah tentu yang ingin Pak Menhub dorong bersama kami ialah sinkronisasi dari seluruh ekosistem di Jawa Barat. Karena gini, kita sering sekali kebiasaan mengambil kebijakan sendiri-sendiri gitu. Itu yang sering saya tekankan beberapa kali bahwa hasil sinkronisasi kami dengan Kementerian Perhubungan kan salah satunya itu Bandara Kertajati dijadikan Airport untuk kargo," kata dia.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan rencana penghentian operasi KA Argo Parahyangan masih dalam pembahasan pemerintah.

Pembahasan itu terkait pertimbangan waktu tempuh hingga harga Argo Parahyangan dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan diresmikan pada Juni 2023.

"Sampai hari ini masih pembahasanya, jadi belum ini (penghentian) masih lama, 7 bulan, jadi belum ada untuk menyetop dan sebagainya gitu," ujarnya.

Baca juga: KAI Pastikan Perjalanan Jakarta-Bandung dengan Kereta Cepat hanya 1 Jam, Begini Hitungannya

Sementara itu, VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Joni Martinus mengatakan, jika nantinya pemerintah memutuskan menghentikan operasi KA Argo Parahyangan, pihaknya akan mematuhi kebijakan tersebut.

"Jika nantinya diputuskan pemerintah seperti itu, KAI sebagai operator tentunya akan patuh terhadap kebijakan dan peraturan pemerintah," ungkap Joni saat dihubungi, Sabtu (3/12).

Manajemen KAI, lanjut Joni, terus berkomunikasi dengan stakeholders atau pihak terkait ihwal rencana pemberhentian tersebut. Di lain sisi, KAI masih mengoperasikan Argo Parahyangan rute Stasiun Gambir-Bandung, pulang pergi (PP). "Hingga saat ini KAI masih tetap mengoperasikan KA Argo Parahyangan (Gambir - Bandung/ PP) seperti biasa," tuturnya.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Rekomendasi
Isak-Gyokeres Mengamuk,...
Isak-Gyokeres Mengamuk, Swedia Gilas Tunisia dan Rebut Takhta Grup F
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Berita Terkini
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved