Pelaku Pasar Tak Yakin Pembatasan Harga Minyak Rusia Bisa Sukses

Selasa, 06 Desember 2022 - 17:20 WIB
loading...
Pelaku Pasar Tak Yakin...
Para pelaku pasar tak yakin pembatasan harga minyak Rusia oleh AS dan sekutunya akan berhasil. Foto/Ilustrasi/Financial Times
A A A
JAKARTA - Di tengah semangat negara-negara G7, Uni Eropa dan Australia menerapkan pembatasan harga minyak Rusia, para pelaku pasar masih tak yakin kebijakan itu secara praktis akan berhasil.

Analis di Jepang Mitsubishi UFJ Financial Group mengatakan dalam sebuah catatan Senin (5/12) bahwa skala dampak batas harga tetap ambigu. Seperti dikutip CNBC.com, Selasa (6/12/2022), mereka juga menambahkan, "kami skeptis terhadap kepraktisan keberhasilannya."

Baca Juga: Tolak Pembatasan Harga, Rusia Ancam Setop Pasok Minyak ke Barat

Ketidakyakinan itu antara lain dilandasi kabar bahwa Rusia telah menyiapkan "armada bayangan" sebanyak 100 kapal tanker untuk menghindari sanksi tersebut. Pertanyaan besar lainnya adalah peran India dan China dalam implementasinya. Kedua negara tersebut diketahui telah meningkatkan pembelian minyak Rusia sejak invasi terhadap Ukraina dimulai. China dan India pun enggan menyetujui pembatasan tersebut.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar, saat mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Jerman, Annalena Baerbock, saat membahas hubungan bilateral dan perang Rusia di Ukraina, menegaskan bahwa India memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energinya.

Jaishankar mengatakan, tidak tepat bagi negara-negara Eropa untuk memprioritaskan kebutuhan energi mereka, tetapi meminta India untuk melakukan sesuatu yang lain. "Eropa akan membuat pilihan yang akan dibuatnya. Itu hak mereka,” katanya kepada wartawan, seperti dilansir CNBC.com, Selasa (6/12/2022).

Di bagian lain, para analis juga menyebutkan ada pula risiko negara-negara membeli minyak Rusia pada batas harga yang disepakati, tetapi kemudian menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi ke Eropa, misalnya. Hal ini berarti Rusia masih akan menghasilkan uang dari penjualan komoditas, sementara Eropa tetap harus membayar lebih banyak saat ekonominya sudah melambat.

Baca Juga: Mewaspadai Efek Tak Terduga Pembatasan Harga dan Larangan Minyak Rusia Oleh Eropa

"Pengenalan batas harga mungkin tidak akan menghapus semua volume, beberapa akan menemukan jalannya ke pasar," kata Angelina Valavina, kepala Sumber Daya Alam dan Komoditas EMEA di Fitch Group, kepada CNBC's "Street Signs Europe".

Sementara itu, harga minyak diperdagangkan lebih tinggi pada Selasa pagi di London. Baik patokan internasional berjangka minyak mentah Brent dan berjangka West Texas Intermediate diperdagangkan 0,4% lebih tinggi masing-masing di sekitar USD83 per barel dan USD77 per barel.

Di bagian lain, terkait pembatasan harga minyak tersebut, Menteri Keuangan Irlandia Paschal Donohoe meyakini kebijakan itu akan dapat mengurangi pendapatan minyak Rusia. "Ya, bisa," tegasnya saat diwawancarai CNBC.
"Ini adalah pesan yang tepat pada waktu yang tepat," tambahnya.

Sementara, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa kebijakan ini pantas untuk dicoba. "Selanjutnya kami akan menilai konsekuensi dari penerapan pembatasan harga minyak ini," imbuhnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved