Industri Mamin Desak Impor Gula, Mendag Zulhas: Surat Izinnya Belum Ada
Rabu, 07 Desember 2022 - 16:19 WIB
loading...
Begini jawaban Mendag Zulkifli Hasan usai didesak Industri makanan dan minuman (Mamin) untuk melakukan impor gula. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Industri makanan dan minuman (Mamin) mendesak pemerintah melakukan impor gula , usai mengeluhkan pasokan gula kristal rafinasi atau GKR yang semakin menipis. Menurut pelaku industri, langkah impor diperlukan agar produksi perusahaan bisa terus berlanjut.
Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa hingga saat ini dirinya belum menerima surat izin mengenai impor gula. Menurutnya, impor gula diatur ke dalam neraca komoditas.
"Surat Izin impornya belom ada soal impor gula," ujarnya Mendag Zulhas -sapaan akrabnya- kepada awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (7/12/2022).
Baca Juga: Jokowi Harap ke Depan Indonesia Tak Lagi Impor Gula
"Yang menentukan melalui neraca komoditas dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Tahun depan saya enggak ngurus pangan lagi, sudah ada Perpresnya," tambah Zulhas.
Sebelumnya, Head of Corporate Communication and Relation PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Dian Astriana mengatakan, industri makanan dan minuman terancam berhenti produksi, pasalnya pasokan gula kristal rafinasi (GKR) semakin seret.
Hal itu dilakukan agar industri makanan dan minuman dapat melanjutkan aktivitas produksinya. Dian berharap pemerintah dapat membuka keran impor bahan baku untuk gula kristal rafinasi agar dapat memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman.
Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa hingga saat ini dirinya belum menerima surat izin mengenai impor gula. Menurutnya, impor gula diatur ke dalam neraca komoditas.
"Surat Izin impornya belom ada soal impor gula," ujarnya Mendag Zulhas -sapaan akrabnya- kepada awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (7/12/2022).
Baca Juga: Jokowi Harap ke Depan Indonesia Tak Lagi Impor Gula
"Yang menentukan melalui neraca komoditas dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Tahun depan saya enggak ngurus pangan lagi, sudah ada Perpresnya," tambah Zulhas.
Sebelumnya, Head of Corporate Communication and Relation PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Dian Astriana mengatakan, industri makanan dan minuman terancam berhenti produksi, pasalnya pasokan gula kristal rafinasi (GKR) semakin seret.
Hal itu dilakukan agar industri makanan dan minuman dapat melanjutkan aktivitas produksinya. Dian berharap pemerintah dapat membuka keran impor bahan baku untuk gula kristal rafinasi agar dapat memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman.
Lihat Juga :