Tanam Perdana di Lahan Food Estate Ditargetkan Mulai Oktober
Jum'at, 10 Juli 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Optimalisasi pengembangan lahan rawa ini menjadi salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan atau mengamankan ketersediaan beras dalam negeri sehingga kebutuhan dapat dipenuhi secara mandiri. (Baca juga: Media Amerika: China dan Natuna Jadi Alasan Indonesia Beli Osprey V-22 AS)
“Presiden Jokowi menginstruksikan kepada saya untuk mempersiapkan Provinsi Kalteng menjadi lumbung pangan. Dengan potensi lahan rawa yang kini dapat menjadi lahan pertanian produktif, kita yakin membangun lumbung pangan di Kalteng ini,” kata Syahrul.
Proyek food estate kawasan aluvial pada lahan eks lahan gambut ini memiliki lahan potensial seluas 165.000 ha. Dari lahan potensial tersebut, seluas 85.500 ha merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya. (Lihat videonya: Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya)
Sementara 79.500 ha sisanya sudah berupa semak belukar sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali dan peningkatan irigasi.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menyambut positif pembukaan lahan di Kalteng tersebut sebagai food estate. Menurutnya, tanpa adanya peringatan FAO terhadap ancaman krisis pangan dunia itu pun, Indonesia harus menambah lahan pertanian untuk ditanami tanaman pangan. (Sudarsono)
“Presiden Jokowi menginstruksikan kepada saya untuk mempersiapkan Provinsi Kalteng menjadi lumbung pangan. Dengan potensi lahan rawa yang kini dapat menjadi lahan pertanian produktif, kita yakin membangun lumbung pangan di Kalteng ini,” kata Syahrul.
Proyek food estate kawasan aluvial pada lahan eks lahan gambut ini memiliki lahan potensial seluas 165.000 ha. Dari lahan potensial tersebut, seluas 85.500 ha merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya. (Lihat videonya: Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya)
Sementara 79.500 ha sisanya sudah berupa semak belukar sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali dan peningkatan irigasi.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menyambut positif pembukaan lahan di Kalteng tersebut sebagai food estate. Menurutnya, tanpa adanya peringatan FAO terhadap ancaman krisis pangan dunia itu pun, Indonesia harus menambah lahan pertanian untuk ditanami tanaman pangan. (Sudarsono)
(ysw)
Lihat Juga :