Stok Bulog Menipis, Mendag Zulkifli Hasan Wanti-wanti Harga Beras Bisa Melonjak Lagi
Kamis, 08 Desember 2022 - 19:58 WIB
loading...
Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) memperkirakan, harga beras kemungkinan bakal naik lagi ketika stok cadangan beras pemerintah (CBP) milik Bulog menipis. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) memperkirakan, harga beras kemungkinan bakal naik lagi ketika stok cadangan beras pemerintah (CBP) milik Bulog menipis. Kondisi itu membuat pemerintah tidak bisa mengintervensi pasar karena tidak punya stok beras yang cukup.
"Stok Bulog tinggal sedikit, kalo tinggal sedikit kan market engga confident. Bulog-nya terganggu, maka harga bisa melonjak lagi," ujar Mendag Zulhas di Kantornya, Kamis (8/12/2022).
Baca Juga: 500 Ton Beras Bulog Digondol Kepala Gudang, Buwas: Langsung Copot
Zulhas mengatakan, saat ini pemerintah tidak bisa mengandalkan penyerapan beras milik petani lokal. Sebab masuk bulan Desember 2022 bukan bulannya panen, yang menyebabkan pasokan beras dari petani lokal terganggu.
"Barang (beras) tidak ada (di dalam negeri), kita sudah cari dimana-mana barang tidak ada, maka di putuskan dalam rapat kabinet, diperintahkan kepada Kemendag untuk kasih impor beras cadangan dari luar negeri 500 ribu ton," sambung Zulhas.
Mendag juga menambahkan, stok beras milik petani yang disebutkan tersedia 600 ribu ton di penggilingan, tidak ditemukan wujudnya dimana. Hal tersebut yang melatarbelakangi Kemendag untuk melakukan importasi untuk memenuhi stok cadangan beras dalam negeri yang harus punya 1,5 juta.
Baca Juga: Minta Bulog Tak Impor Beras, Kementan: Faktanya di Lapangan Beras Ada
"Stok Bulog tinggal sedikit, kalo tinggal sedikit kan market engga confident. Bulog-nya terganggu, maka harga bisa melonjak lagi," ujar Mendag Zulhas di Kantornya, Kamis (8/12/2022).
Baca Juga: 500 Ton Beras Bulog Digondol Kepala Gudang, Buwas: Langsung Copot
Zulhas mengatakan, saat ini pemerintah tidak bisa mengandalkan penyerapan beras milik petani lokal. Sebab masuk bulan Desember 2022 bukan bulannya panen, yang menyebabkan pasokan beras dari petani lokal terganggu.
"Barang (beras) tidak ada (di dalam negeri), kita sudah cari dimana-mana barang tidak ada, maka di putuskan dalam rapat kabinet, diperintahkan kepada Kemendag untuk kasih impor beras cadangan dari luar negeri 500 ribu ton," sambung Zulhas.
Mendag juga menambahkan, stok beras milik petani yang disebutkan tersedia 600 ribu ton di penggilingan, tidak ditemukan wujudnya dimana. Hal tersebut yang melatarbelakangi Kemendag untuk melakukan importasi untuk memenuhi stok cadangan beras dalam negeri yang harus punya 1,5 juta.
Baca Juga: Minta Bulog Tak Impor Beras, Kementan: Faktanya di Lapangan Beras Ada
Lihat Juga :