Ekonom Indef: Redenominasi Rupiah Tidak Tepat Dilakukan Saat Krisis
Jum'at, 10 Juli 2020 - 10:46 WIB
loading...
A
A
A
"Pelaku UMKM saja ada 62 juta unit usaha. Alih-alih mau pemulihan ekonomi, mereka sibuk mengatur soal nominal harga di barang yang dijual, bahan baku bahkan administrasi perpajakan," katanya.
Namun memang disisi lain ada positifnya yakni slah satunya bisa menunjukkan ke negara lain bahwa ekonomi Indonesia bisa meningkat dengan catatan kondisi ekonomi sudah stabil. Pihaknya menyarankan agar redenominasi rupiah dilakukan setelah krisis Covid-19 berakhir dan eknomi benar-benar pulih.
Pihaknya memproyeksikan ekonomi baru akan benar-benar pulih setelah 2024 mendatang. Sebab itu pihaknya menyarankan agar kebijakan tersebut tidak diambil dalam kurun waktu empat tahun mendatang.
"Redenominasi sangat tidak tepat dilakukan bahkan hingga 2024. Ini situasinya sekarang sedang krisis dan belum dapat dipastikan kapan kita akan kembali ke pertumbuhan 5 persen. Kalau kondisi ekonomi sudah stabil redenominasi memang bisa menguntungkan," tandasnya.
Namun memang disisi lain ada positifnya yakni slah satunya bisa menunjukkan ke negara lain bahwa ekonomi Indonesia bisa meningkat dengan catatan kondisi ekonomi sudah stabil. Pihaknya menyarankan agar redenominasi rupiah dilakukan setelah krisis Covid-19 berakhir dan eknomi benar-benar pulih.
Pihaknya memproyeksikan ekonomi baru akan benar-benar pulih setelah 2024 mendatang. Sebab itu pihaknya menyarankan agar kebijakan tersebut tidak diambil dalam kurun waktu empat tahun mendatang.
"Redenominasi sangat tidak tepat dilakukan bahkan hingga 2024. Ini situasinya sekarang sedang krisis dan belum dapat dipastikan kapan kita akan kembali ke pertumbuhan 5 persen. Kalau kondisi ekonomi sudah stabil redenominasi memang bisa menguntungkan," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :