Geger Sengketa Hak Kekayaan Intelektual, Melibatkan Banyak Perusahaan Raksasa
Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A

Masih ingat film Hangover II? Dalam sebuah adegan tokoh Stu Price tampak sedang terbangun dari tidurnya di Kota Bangkok, Thailand. Saat bangun, di wajah Stu tampak sebuah tato yang identik dengan milik mantan petinju Mike Tyson.
Nah, seniman tato pembuat tato di wajah Tyson, Victor Whitmill menganggap Warner Bros menjiplak idenya. Meski sempat masuk jalur pengadilan, kedua pihaknya akhirnya bersepakat menutup kasus ini. (Baca juga: Mike Tyson Pamer Performa Lagi, Kecepatan dan Pukulannya Kian Ganas!)
9. Isaac Newton vs Gottfried Leibniz

Pada 1684 dan 1686 seorang ahli matematika dan filsafat asal Jerman, Gottfried Wilhelm Leibniz menerbitkan buku yang membahas soal temuan rumus kalkulus. Di tempat berbeda, ilmuwan kawakan asal Inggris, Isaac Newton mengklaim temuan kalkulus sebagai buah pemikirannya dalam buku yang terbit pada 1704 berjudul Opticks.
Newton menuduh Gottfried melakukan plagiat temuannya sebelum sempat diterbitkan. Hingga Gottfried meninggal kasus ini tak juga selesai dan para sejarahwan sepakat menganggap keduanya sebagai penemu kalkulus. (Baca juga: Kekeliruan Ilmiah Pemikiran Jenius Para Ilmuwan)
10. Mattel Inc vs MGA Entertaiment Inc

Boneka Bratz yang dikenal sebagai figur-figur cantik boneka Barbie sempat mengalami perselisihan pada April 2005. MGA Entertainment, sebagai perusahaan yang memproduksi boneka itu menuduh Mattel Inc meniru desain boneka Bratz.
Mattel lalu balik menuduh bahwa desainer mereka, Carter Bryant sudah bekerja lebih dulu untuk Mattel dikontrak dan semua desain buatannya jadi milik Mattel. Pengadilan akhirnya memenangkan Mattel dan meminta MGA untuk membayar denda USD100 juta. Sampai hari ini kedua perusahaan itu masih sering berselisih.
11. James Dyson vs Hoover Company

James Dyson adalah seorang pengusaha asal Inggris yang terkenal dengan penemuan alat penyedot debu tanpa kantong, Dual Cyclone. Pada 1999, Dyson mengajukan gugatan kepada Hoover Company ke pengadilan.
Dyson menuding raksasa industri penyedot debu itu telah meniru produk penyedot debu bagless Dual Cyclone miliknya. Selama dua tahun kasus ini berjalan di pengadilan, Dyson awalnya menolak menerima tawaran klaim sebesar 1 juta Euro namun akhirnya ia menerima tawaran penyelesaian sebesar 4 juta Euro ditambah 2 juta Euro sebagai kompensasi kepadanya.
Sumber: www.mentalfloss.com
(poe)
Lihat Juga :