Erick Thohir: Sumber Daya Alam dan Bonus Demografi Jadi Modal Indonesia Maju di 2030
Selasa, 13 Desember 2022 - 22:21 WIB
loading...
A
A
A
Dalam beberapa kesempatan saat menghadiri acara berskala internasional, baik di panggung Forbes maupun KTT G20 di Bali, Erick acapkali mendapat pertanyaan dari negara lain perihal keyakinannya akan tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Erick mengaku begitu optimistis dengan potensi ekonomi Indonesia.
Keyakinan tersebut didasari pada sejumlah sektor yang akan menjadi tumpuan ekonomi Indonesia ke depan, baik dari sektor sumber daya alam (SDA), pangan, industri kreatif dan pariwisata, hingga ekonomi digital.
"Karena itu, ketika di G20 banyak pimpinan negara dan beberapa media asing saat itu menanyakan kepada saya yang begitu yakin angka 5% dan pertumbuhan kelas menengah itu akan terjangkau. Saya bilang yakin karena Indonesia punya sumber daya alam dan market yang besar," ungkap pria berdarah Lampung-Majalengka tersebut.
Erick menyampaikan pemerintah saat ini serius mendorong hilirisasi dan industrialisasi SDA. Dengan ini, ucap Erick, Indonesia bisa bergerak maju menjadi pemain global dan tak menjadi penonton yang sekadar mengirimkan bahan baku SDA untuk pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi negara lain.
"Ini sudah terbukti bagaimana dulu nikel yang value-nya hanya USD1 miliar sekarang menjadi USD27 miliar ini baru nikel. Pemerintah juga akan mendorong hilirisasi bauksit," sambungnya.
Keyakinan tersebut didasari pada sejumlah sektor yang akan menjadi tumpuan ekonomi Indonesia ke depan, baik dari sektor sumber daya alam (SDA), pangan, industri kreatif dan pariwisata, hingga ekonomi digital.
"Karena itu, ketika di G20 banyak pimpinan negara dan beberapa media asing saat itu menanyakan kepada saya yang begitu yakin angka 5% dan pertumbuhan kelas menengah itu akan terjangkau. Saya bilang yakin karena Indonesia punya sumber daya alam dan market yang besar," ungkap pria berdarah Lampung-Majalengka tersebut.
Erick menyampaikan pemerintah saat ini serius mendorong hilirisasi dan industrialisasi SDA. Dengan ini, ucap Erick, Indonesia bisa bergerak maju menjadi pemain global dan tak menjadi penonton yang sekadar mengirimkan bahan baku SDA untuk pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi negara lain.
"Ini sudah terbukti bagaimana dulu nikel yang value-nya hanya USD1 miliar sekarang menjadi USD27 miliar ini baru nikel. Pemerintah juga akan mendorong hilirisasi bauksit," sambungnya.
Lihat Juga :