GINSI Dukung Sikap Kemenperin Soal Importasi Baja

Jum'at, 10 Juli 2020 - 17:32 WIB
loading...
GINSI Dukung Sikap Kemenperin...
GINSI mengapresiasi kebijakan Kemenperin untuk tidak menyetop importasi baja secara radikal. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai Indonesia tidak bisa menyetop impor baja secara radikal, lantaran masih ada produk asing tersebut yang belum bisa dibuat oleh industri dalam negeri.

Merespons hal itu, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mengapresiasi komitmen Kemenperin perihal importasi komoditas tersebut.

"Apa apa yang dilakukan Kemenperin kami rasa sudah tepat. Makanya GINSI men-support dan hendaknya produk-produk yang sudah di lakukan di dalam negeri, harusnya diperketat dan lebih selektif," ujar Ketua Logistik dan Perhubungan Badan Pengurus Pusat GINSI Erwin Taufan, melalui keterangan pers, Jumat (10/7/2020).

(Baca Juga: GINSI Apresiasi Inpres Pembenahan Logistik dan Pengetatan Impor)

Dia mengatakan, Kemenperin tidak bisa juga serta merta melarang impor baja apa lagi kebutuhan yang ada untuk memenuhi industri dalam negeri belum mampu mencukupi sepenuhnya, termasuk untuk menopang kebutuhan pembangunan infrastruktur yang sedang giat-giatnya dilakukan Pemerintahan Presiden Joko Widodo sat ini.

GINSI menyarankan supaya industri atau produsen baja di dalam negeri bisa bersaing hanya diperlukan pengawasan terhadap importir yang biasa melakukan importasi itu tetapi bukan membatasi. Disisi lain, industri atau produsen-produsen baja di dalam yang berskala besar juga diharapkan tidak terlalu manja dan bisa bersaing. "Pemerintah harus balance menyikapi ini. Di sisi lain sebaiknya importir biasa juga mesti ada pengawasannya," ucapnya.

Taufan mengatakan, tidak ada banjir importasi baja ilegal atau penyelundupan komoditas itu sebagaimana isu yang beredar selama ini. Apalagi, Pemerintah sejak beberapa tahun terakhir telah memfungsikan fasilitas pusat logistik berikat (PLB) sebagai wujud transparansi dalam kegiatan importasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
ISSC Siap Bangun 100...
ISSC Siap Bangun 100 Jembatan Bailey Tanpa Impor, Pakai Produk Baja Nasional
Seruan 5 Langkah Melindungi...
Seruan 5 Langkah Melindungi Industri Nasional dari Serbuan Baja Impor
Perang Tarif Makin Panas!...
Perang Tarif Makin Panas! Eropa Siap Balas Rencana Trump
Tarif Trump Belum Selesai,...
Tarif Trump Belum Selesai, Giliran Bea Impor Baja Naik dari 25% Menjadi 50 Persen
Baja Murah China Membanjiri...
Baja Murah China Membanjiri India, Nilainya Capai 5,7 Juta Metrik Ton
Gelar Unjuk Rasa, ISSC...
Gelar Unjuk Rasa, ISSC Desak Menkeu Purbaya Setop Impor Baja dari Vietnam dan China
Baja Murah China Banjiri...
Baja Murah China Banjiri Pasar Global, Banyak Negara Mengecam
Kasus Korupsi Impor...
Kasus Korupsi Impor Baja, Kejagung Periksa Petinggi PT Hanwa Indonesia
Rekomendasi
Mobil Listrik China...
Mobil Listrik China Meningkatkan Tekanan Persaingan Global
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved