Mayoritas Pengangguran Lulusan SMA ke Atas, Ini Penyebabnya
Kamis, 15 Desember 2022 - 08:46 WIB
loading...
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengungkapkan, saat ini penambahan angkatan kerja paling banyak berasal dari tingkat pendidikan SMP. Namun, jumlah pengangguran terbanyak justru lulusan SMA sederajat ke atasnya.
Menurut Ida, profil angkatan kerja Indonesia lulusan SMP ke bawah mencapai 56%. Akan tetapi pengangguran banyak terjadi pada jenjang pendidikan, SMA, SMK, Diploma, hingga Sarjana. Dia menilai kondisi ini disebabkan oleh mismatch ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikan Menaker saat meresmikan Gedung Pusat Administrasi dan Aula Serbaguna "Tridharma" (Polteknaker Politeknik Ketenagakerjaan) di Jakarta, Rabu (14/12).
Ida menuturkan, yang dapat menjawab tantangan ketenagakerjaan di Indonesia adalah dengan mismatch antara supply dan demand pasar kerja melalui Polteknaker.
"Poltenaker ini hadir untuk menjawab itu, kebutuhan link and match, mengurangi semaksimal mungkin adanya mismatch, sehingga semakin ke sini kita bisa mengatakan bahwa output lembaga pendidikan tinggi semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," ungkapnya dikutip dari siaran pers, Kamis (15/12/2022).
Baca juga: Menaker Ida Fauziyah: Pusat Pasar Kerja sebagai Jawaban Permasalahan Link and Match Hadapi Era Digital 4.0
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi menambahkan, pembangunan gedung Pusat Administrasi dan Serbaguna bertujuan melengkapi berbagai fasilitas Polteknaker.
Menurut Ida, profil angkatan kerja Indonesia lulusan SMP ke bawah mencapai 56%. Akan tetapi pengangguran banyak terjadi pada jenjang pendidikan, SMA, SMK, Diploma, hingga Sarjana. Dia menilai kondisi ini disebabkan oleh mismatch ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikan Menaker saat meresmikan Gedung Pusat Administrasi dan Aula Serbaguna "Tridharma" (Polteknaker Politeknik Ketenagakerjaan) di Jakarta, Rabu (14/12).
Ida menuturkan, yang dapat menjawab tantangan ketenagakerjaan di Indonesia adalah dengan mismatch antara supply dan demand pasar kerja melalui Polteknaker.
"Poltenaker ini hadir untuk menjawab itu, kebutuhan link and match, mengurangi semaksimal mungkin adanya mismatch, sehingga semakin ke sini kita bisa mengatakan bahwa output lembaga pendidikan tinggi semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," ungkapnya dikutip dari siaran pers, Kamis (15/12/2022).
Baca juga: Menaker Ida Fauziyah: Pusat Pasar Kerja sebagai Jawaban Permasalahan Link and Match Hadapi Era Digital 4.0
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi menambahkan, pembangunan gedung Pusat Administrasi dan Serbaguna bertujuan melengkapi berbagai fasilitas Polteknaker.
Lihat Juga :