Gelora Bung Karno Jadi Aset Termahal di Indonesia, Nilainya Tembus Rp 348 Triliun
Minggu, 18 Desember 2022 - 09:57 WIB
loading...
Total aset kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menjadi yang paling mahal di Indonesia, dimana terjadi peningkatan usai adanya renovasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Total aset kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) mencapai Rp348 triliun, jumlah tersebut menjadikan GBK sebagai aset termahal di Indonesia. Total aset bangunan GBK saja mencapai Rp 3 triliun, di luar nilai kawasannya.
Baca Juga: Kelola Aset Rp1.464 Triliun Jadi Pekerjaan Besar Kemenkeu Setelah Ibu Kota Pindah
Direktur Barang Milik Negara (BMN) Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN) , Encep Sudarwan menyebut nilai aset kawasan GBK setara dengan 3,3% dari total aset negara saat ini yakni Rp 10.467 triliun.
"Jadi nilai asetnya tertinggi di Indonesia karena lokasinya yang di pusat kota," kata Encep, dikutip Minggu (18/12/2022).
Keseluruhan nilai aset GBK tercatat hingga Juli 2020 lalu. Artinya, ada kemungkinan nilai asetnya bertambah selama 2 tahun belakangan ini atau periode 2021-2022, lantaran adanya renovasi dan menambah beberapa gedung di dalam kawasan peninggalan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, tersebut.
Baca Juga: Total BMN dan Aset Negara Capai Rp11.454 Triliun, Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Kualitas Aset
Peningkatan nilai aset negara terjadi lantaran DJKN telah melakukan revaluasi atau penghitungan ulang aset negara sejak 2018-2020. Dari proses perhitungan itu, pemerintah mencatat ada peningkatan hingga menjadi Rp 348 triliun.
Baca Juga: Kelola Aset Rp1.464 Triliun Jadi Pekerjaan Besar Kemenkeu Setelah Ibu Kota Pindah
Direktur Barang Milik Negara (BMN) Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN) , Encep Sudarwan menyebut nilai aset kawasan GBK setara dengan 3,3% dari total aset negara saat ini yakni Rp 10.467 triliun.
"Jadi nilai asetnya tertinggi di Indonesia karena lokasinya yang di pusat kota," kata Encep, dikutip Minggu (18/12/2022).
Keseluruhan nilai aset GBK tercatat hingga Juli 2020 lalu. Artinya, ada kemungkinan nilai asetnya bertambah selama 2 tahun belakangan ini atau periode 2021-2022, lantaran adanya renovasi dan menambah beberapa gedung di dalam kawasan peninggalan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, tersebut.
Baca Juga: Total BMN dan Aset Negara Capai Rp11.454 Triliun, Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Kualitas Aset
Peningkatan nilai aset negara terjadi lantaran DJKN telah melakukan revaluasi atau penghitungan ulang aset negara sejak 2018-2020. Dari proses perhitungan itu, pemerintah mencatat ada peningkatan hingga menjadi Rp 348 triliun.
Lihat Juga :