Mentan Sebut Mahalnya Harga Beras Saat Ini Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain

Selasa, 20 Desember 2022 - 14:56 WIB
loading...
Mentan Sebut Mahalnya...
Mentan SYL mengatakan saat musim panen harga beras akan lebih murah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bulan Oktober hingga Desember merupakan musim tanam untuk padi. Jadi, ketersediaan menjadi berkurang sehingga membuat harga beras pada periode tersebut lebih mahal.

Baca juga: Cakep! Mentan: Ketika Harga Komoditas Pertanian Naik, Impor Bukan Solusi

"Sekarang pangan pertanian itu kan ada musim panen. Oktober-Desember itu adalah waktu tanam, bukan panen. Panen itu Januari hingga Maret," ujar Mentan saat menghadiri peluncuran Strategi Nasional Aksi Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Tahun 2023 – 2024, Selasa (20/12/2022).

Jika masuk musim panen, atau pada Maret-Agustus, ketika produksi cukup melimpah, maka harga beras akan segera kembali normal dan bahkan bisa cenderung turun. Periode itulah waktu yang dianggap tepat untuk membeli beras.

"November Desember lagi masa tanam, 10 juta hektare tidak gampang. Kalau kita cari beras saat ini ya harganya naik. Kalau mau beli beras yang tepat itu ya Maret-April, Juli-Agustus pasti harga lebih rendah karena kita sedang puncak panen," sambungnya.

Mentan memastikan bahwa saat ini ketersediaan beras di dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun memang harganya sedikit lebih mahal jika mau dibandingkan dengan produk beras impor.

"Ketersediaan beras dan panen kita ini produksi kita sangat optimal dan seusai dengan perencanaan sekitar 10,42 juta hektare, dan produksi sangat maksimal," lanjutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Dampak Perang Iran,...
Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Penuhi Kebutuhan Konsumsi...
Penuhi Kebutuhan Konsumsi Jemaah, Menhaj Inisiasi Program Beras Haji Nusantara
Harga Beras Dunia Turun...
Harga Beras Dunia Turun Drastis karena Indonesia Tak Impor Tahun Ini?
Rekomendasi
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
Saat Banyak Negara Terjerat...
Saat Banyak Negara Terjerat Utang, 10 Negara Ini Tanpa Utang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved