APBN Surplus Rp129 Triliun, Sri Mulyani: Bukti Keuangan Negara Sehat
Selasa, 20 Desember 2022 - 19:21 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 tercatat surplus Rp129 triliun. Hal itu membuktikan bahwa keuangan negara dalam kondisi sehat dengan mencatat pertumbuhan pendapatan yang konsisten dan akselerasi belanja yang terjaga.
"Dari sisi keseimbangan primer surplus Rp129 triliun, namun overall postur sudah defisit Rp237,7 triliun," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
Baca Juga: Lampaui Target, Realisasi PNBP Capai Rp551,1 Triliun
Ia menjelaskan, pendapatan negara mencapai Rp2.377,5 triliun hingga akhir November atau naik 39,9% dibandingkan tahun lalu. Jika dilihat terhadap 14 Desember, telah terjadi kenaikan tambahan penerimaan di Rp2.479,9 triliun, atau pertumbuhan di 36,9%.
Sementara penerimaan pajak untuk akhir November 2022 mencapai Rp1.568,9 triliun, atau 44,9% yoy. Menurut dia apabila dibandingkan dengan 14 Desember, ada kenaikan penerimaan pajak ke Rp1.634,4 triliun atau pertumbuhan 41,9% yoy. Bea dan cukai akhir November sebesar Rp280,2 triliun, naik lagi hingga 14 Desember ke Rp293 triliun, konsisten di 20% yoy. Sementara, PNBP 14 Desember juga tercatat di Rp551,1 triliun atau tumbuh 33,2% yoy.
"Penerimaan semuanya mengalami kenaikan double digit tinggi sekali di atas penerimaan tahun lalu yang juga sudah tumbuh double digit di atas 20%," tambah dia.
Baca Juga: Tegang Nonton Laga Argentina-Prancis, Sri Mulyani: Senang Lihat Messi Mengangkat Trofi
"Dari sisi keseimbangan primer surplus Rp129 triliun, namun overall postur sudah defisit Rp237,7 triliun," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
Baca Juga: Lampaui Target, Realisasi PNBP Capai Rp551,1 Triliun
Ia menjelaskan, pendapatan negara mencapai Rp2.377,5 triliun hingga akhir November atau naik 39,9% dibandingkan tahun lalu. Jika dilihat terhadap 14 Desember, telah terjadi kenaikan tambahan penerimaan di Rp2.479,9 triliun, atau pertumbuhan di 36,9%.
Sementara penerimaan pajak untuk akhir November 2022 mencapai Rp1.568,9 triliun, atau 44,9% yoy. Menurut dia apabila dibandingkan dengan 14 Desember, ada kenaikan penerimaan pajak ke Rp1.634,4 triliun atau pertumbuhan 41,9% yoy. Bea dan cukai akhir November sebesar Rp280,2 triliun, naik lagi hingga 14 Desember ke Rp293 triliun, konsisten di 20% yoy. Sementara, PNBP 14 Desember juga tercatat di Rp551,1 triliun atau tumbuh 33,2% yoy.
"Penerimaan semuanya mengalami kenaikan double digit tinggi sekali di atas penerimaan tahun lalu yang juga sudah tumbuh double digit di atas 20%," tambah dia.
Baca Juga: Tegang Nonton Laga Argentina-Prancis, Sri Mulyani: Senang Lihat Messi Mengangkat Trofi
Lihat Juga :