Komite I DPD Minta Riset Kalung Anti-Corona Tetap Dilanjutkan

Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:00 WIB
loading...
Komite I DPD Minta Riset...
DPD RI meminta Kementan jalan terus dengan riset eucalyptus sebagai penangkal virus corona. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) meminta riset mengenai eucalyptus sebagai penangkal virus corona terus dilanjutkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) . Selama obat atau vaksin corona belum tersedia, temuan apapun yang berkaitan untuk mengatasi pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan sekarang, termasuk eucalyptus.

"Riset eucalyptus harus tetap dilanjutkan Kementerian Pertanian, karena ini temuan penting untuk bangsa Indonesia," tegas Abdul Kholik, Wakil Ketua Komite I DPD, Jumat (10/7/2020).

Kholik mengatakan, temuan ini harapan sebagai solusi di tengah masalah besar yang sedang dihadapi bangsa. Harapannya, kata dia, Kementerian Pertanian terus maju dengan inovasinya. Kholik nberjani dirinya akan mendorong itu pada forum DPD.

"Saya termasuk yang berharap besar pada temuan ini untuk menghasilkan produk yang bisa mengatasi wabah virus. Seberapa pun sumbangannya untuk mengatasi wabah ini, diteruskan dan diupayakan produk-produknya lebih banyak lagi untuk menangani virus ini. Riset ini tetap harus dilanjutkan Kementan," tegasnya.

(Baca Juga: IDI Akan Uji Klinis Kalung Anti Corona Hasil Penelitian Kementan)

MoU Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) beberapa waktu lalu, imbuh Kholik, juga harus didorong untuk lebih meyakinkan publik. Sebagai organisasi profesi yang berkaitan dengan pengobatan, dan punya tanggung jawab terhadap penanganan pandemi Covid-19 ini, IDI dinilai lebih relevan untuk membantu menjernihkan isu ini kepada masyarakat.

"DPD mempunyai program pengembangan potensi daerah, diharapkan dapat bersinergi dengan Kementan. Dia berharap hasil-hasil penelitian Litbang Kementan yang bisa disinergikan dengan daerah nantinya," tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fadjry Djufry mengatakan bahwa produk eucalyptus ini merupakan produk aksesoris aromaterapi berbasis minyak eucalyptus sp. dan didesain dengan teknologi nano dalam bentuk serbuk dan dikemas dalam kantong berpori. Produk ini mengeluarkan aroma secara lepas lambat (slow release), sehingga berfungsi sebagai aromaterapi selama jangka waktu tertentu.

Menurut Fadjry, penggunaannya dengan cara menghirup aroma yang keluar dari kemasannya, atau dengan menghirup langsung dari lubang-lubang kemasannya. "Jadi prinsip kerjanya hampir sama dengan kebiasaan kita mengusap minyak di dada untuk melegakan pernafasan. Kemasan yang diciptakan kini lebih praktis, modern, fashionable dalam bentuk kalung. Sehingga, dimana saja, kapan saja, kita dapat menghirup aromanya," jelas Fadjry.

Menurutnya, riset ini akan terus dilanjutkan dan bersinergi dengan lembaga lainnya. Ia berharap sinergi penelitian akan lebih memberikan kepercayaan publik pada inovasi, serta kontribusi bagi pandemi yang belum usai.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved