Kolaborasi Dorong Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Rabu, 21 Desember 2022 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu stimulus OJK untuk sektor perbankan dan multifinance ialah terkait perhitungan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) di perbankan atau bobot risiko aset di multifinance. Insentif ini menurunkan bobot risiko kredit (ATMR) menjadi 50 persen bagi produksi dan konsumsi KBLBB dari semula 75 persen yang dikeluarkan sejak tahun 2020 dan diperpanjang hingga 31 Desember 2023.
"Seiring dengan penurunan bobot risiko kredit bagi kendaraan bermotor, kami berharap dukungan dari sektor keuangan dalam pembiayaan kendaraan listrik sehingga dapat membantu pemerintah dalam mempercepat popularisasi kendaraan listrik," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, EVP Pengembangan Produk Niaga PLN Awaluddin Hafid menuturkan 1 liter BBM mobil dengan jarak tempuh 10 km setara dengan penggunaan 1,5 kWh mobil listrik. Emisi karbon 1 liter
BBM setara dengan 2,6 Kg CO2 dan emisi carbon 1,5 kWh setara dengan 1,27 kg CO2, sehingga penggunaan kendaraanlistrik dapat menurunkan emisi sebesar 51% CO2.
Sebab itu, PLN secara konsisten mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai inisiatif dan program-program di seluruh Indonesia. Diantaranya dengan membangun Infrastruktur pengisian kendaraan listrik, Aplikasi PLN Mobile yang telah menyediakan fitur EV Vehicle dan Marketplace. Stimulus berupa diskon tarif pengisian, diskon tambah daya dan penyambungan baruuntuk EV Home Charger.
"Lalu, kerja sama dengan ATPM Kendaraan Listrik roda 2 dan roda 4, dan PLN mempersiapkan bisnis kemitraan franchising Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) maupun Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU)," jelasnya.
"Seiring dengan penurunan bobot risiko kredit bagi kendaraan bermotor, kami berharap dukungan dari sektor keuangan dalam pembiayaan kendaraan listrik sehingga dapat membantu pemerintah dalam mempercepat popularisasi kendaraan listrik," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, EVP Pengembangan Produk Niaga PLN Awaluddin Hafid menuturkan 1 liter BBM mobil dengan jarak tempuh 10 km setara dengan penggunaan 1,5 kWh mobil listrik. Emisi karbon 1 liter
BBM setara dengan 2,6 Kg CO2 dan emisi carbon 1,5 kWh setara dengan 1,27 kg CO2, sehingga penggunaan kendaraanlistrik dapat menurunkan emisi sebesar 51% CO2.
Sebab itu, PLN secara konsisten mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai inisiatif dan program-program di seluruh Indonesia. Diantaranya dengan membangun Infrastruktur pengisian kendaraan listrik, Aplikasi PLN Mobile yang telah menyediakan fitur EV Vehicle dan Marketplace. Stimulus berupa diskon tarif pengisian, diskon tambah daya dan penyambungan baruuntuk EV Home Charger.
"Lalu, kerja sama dengan ATPM Kendaraan Listrik roda 2 dan roda 4, dan PLN mempersiapkan bisnis kemitraan franchising Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) maupun Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU)," jelasnya.
Lihat Juga :