Ekonomi AS Diramal Suram, Wall Street Dibuka Tumbang

Kamis, 22 Desember 2022 - 23:04 WIB
loading...
Ekonomi AS Diramal Suram,...
Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Kamis (22/12) . FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Kamis (22/12). Sejumlah data makroekonomi yang baru saja dirilis belakangan ini menunjukkan ekonomi Amerika Serikat (AS) masih berada di bawah tekanan suku bunga dan berpotensi mengalami resesi pada 2023.

Dow Jones Industrial Average turun 0,53% di 33.200,97. S&P 500 (SPX) dibuka melemah 0,83%, di 3.846,26, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) anjlok 1,15% di 10.585,69. Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah indeks S&P 500 antara lain Tesla, Amazon.com, dan Apple.

Tiga top gainers ditempati oleh Host Hotels Resorts menguat 1,07%, Kraft Heinz menanjak 0,90%, dan Moderna tumbuh 0,29%, sedangkan top losers diduduki oleh CarMax turun 9,20%, Applied Materials merosot 4,20%, dan Lam Research koreksi 4,80%.

Baca Juga: Wall Street Berakhir Perkasa Saat Kepercayaan Konsumen AS Menanjak ke Level Tertinggi

Pada pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS merilis kenaikan jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran menjadi 216.000. Angka ini jauh berada di bawah perkiraan ekonomi sebesar 220.000, sekaligus menggarisbawahi bahwa pasar tenaga kerja masih cukup ketat.

"Jika ekonomi masih terlalu kuat, The Fed mungkin harus menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan," kata Analis Dakota Wealth, Robert Pavlik, dilansir Reuters, Kamis (22/12/2022).

Kekhawatiran terhadap resesi mengemuka di kalangan pelaku pasar modal setelah kenaikan suku bunga berkepanjangan bank sentral AS membebani pasar ekuitas. Indeks S&P 500 diproyeksikan akan mengalami koreksi tahunan sebesar 18,6%, yang menandai kinerja terburuknya sejak krisis keuangan tahun 2008.

Baca Juga: Wall Street Dibuka di Zona Hijau Terdorong Kenaikan Saham NIKE

Pada pekan lalu, The Fed muncul ke publik dengan nada hawkish, yang menegaskan bahwa suku bunga masih akan tinggi di masa depan. Komentar ini sempat memicu aksi jual di bursa saham. Saat ini indikator Fedwatch memperkirakan The Fed akan mengerek suku bunga acuan 25 bps menjadi 4,5%-4,75% pada pertemuan bulan Februari 2023.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
10 Contoh Teks Berita...
10 Contoh Teks Berita dengan Unsur 5W + 1H Berbagai Tema
Yayasan Muslim Sinarmas...
Yayasan Muslim Sinarmas Wakafkan Al-Quran kepada PP Muhammadiyah
Rekomendasi
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Berita Terkini
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved