Waspada Cuaca Ekstrem, Menhub Imbau Warga Ibu Kota Piknik di Jakarta Saja
Jum'at, 23 Desember 2022 - 15:47 WIB
loading...
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Euforia masyarakat untuk berlibur tetap harus diimbangi dengan kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem. Menurut BMKG, cuaca ekstrem berpeluang terjadi di akhir tahun bersamaan masa libur natal dan tahun baru (Nataru) .
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun mengimbau masyarakat mewaspadai hal tersebut. Dia menyontohkan kejadian pada tahun 2020, di mana masih terdapat beberapa wilayah di jalan tol yang tergenang banjir.
“Pada tahun 2020, kita ada suatu masalah banjir di jalur tol. Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada adanya resiko banjir. Kalau tidak terlalu penting untuk bepergian, sebaiknya rekreasi di Jakarta saja,” ujar Menhub saat melakukan pemantauan jalur tol Jakarta-Cikampek, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (23/12/2022).
Menhub telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Kepolisian, BMKG, Kementerian PUPR, Jasa Marga, dan unsur terkait lainnya, untuk menyiapkan sejumlah upaya mengantisipasi terjadinya kepadatan, dan menanggulangi resiko banjir.
Guna menanggulangi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan resiko banjir di jalan tol, upaya yang dilakukan yaitu membuat gorong-gorong di jalan tol dan melakukan rekayasa pembuatan hujan.
Baca juga: Libur Nataru, 10 Ribu Kendaraan Mulai Menyeberang ke Pulau Bali
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun mengimbau masyarakat mewaspadai hal tersebut. Dia menyontohkan kejadian pada tahun 2020, di mana masih terdapat beberapa wilayah di jalan tol yang tergenang banjir.
“Pada tahun 2020, kita ada suatu masalah banjir di jalur tol. Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada adanya resiko banjir. Kalau tidak terlalu penting untuk bepergian, sebaiknya rekreasi di Jakarta saja,” ujar Menhub saat melakukan pemantauan jalur tol Jakarta-Cikampek, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (23/12/2022).
Menhub telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Kepolisian, BMKG, Kementerian PUPR, Jasa Marga, dan unsur terkait lainnya, untuk menyiapkan sejumlah upaya mengantisipasi terjadinya kepadatan, dan menanggulangi resiko banjir.
Guna menanggulangi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan resiko banjir di jalan tol, upaya yang dilakukan yaitu membuat gorong-gorong di jalan tol dan melakukan rekayasa pembuatan hujan.
Baca juga: Libur Nataru, 10 Ribu Kendaraan Mulai Menyeberang ke Pulau Bali
Lihat Juga :