3 Perbedaan Kereta Api Panoramic dan Eksekutif Biasa

Senin, 26 Desember 2022 - 14:13 WIB
loading...
3 Perbedaan Kereta Api...
Kereta api panoramic tengah menjadi perhatian masyarakat setelah resmi diluncurkan beberapa waktu yang lalu. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Kereta api panoramic tengah menjadi perhatian masyarakat setelah resmi diluncurkan beberapa waktu yang lalu. Berbeda dengan kereta api biasa, terdapat sejumlah perbedaan pada jenis kereta ini.

Mengutip Antara, sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah memperkenalkan Panoramic pada acara open house di Balai Yasa Surabaya, 25-27 September 2022.

Luqman Arif selaku Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya menyebut bahwa pembuatan Kereta Api Panoramic ini adalah hasil modifikasi dari kereta api kelas eksekutif yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga : Ssst! Tak Lama Lagi Kereta Panoramic Akan Beroperasi

Lantas, apa saja perbedaan antara kereta api panoramic dengan kereta eksekutif biasa? Simak ulasannya!

1. Ketersediaan dan Harga Tiket

PT KAI resmi mengoperasikan rangkaian Kereta Api Panoramic per Sabtu, (24/12/2022) kemarin dengan rute Gambir-Yogyakarta PP. Mengenai harga tiketnya, KAI sendiri menyebut telah memberikan diskon pasca soft launching.

Tiket kereta Panoramic tersebut mulai dijual dengan harga Rp750 ribu. Akan tetapi, nantinya ketika sudah normal harganya bisa menjadi Rp850 ribu hingga Rp1 jutaan.

"Harga normalnya berkisar Rp850 ribu hingga Rp1 jutaan, tetapi sekarang masih promo, dan sesungguhnya tiket ini terbatas," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus saat melepas keberangkatan perdana rangkaian KA Panoramic di Gambir, Sabtu (24/12/2022).

Sementara itu, untuk tiket kereta eksekutif sendiri memiliki berbagai rentang harga yang berbeda dengan jenis Panoramic. Sebagai contoh, kereta api eksekutif rute Purwokerto - Pasar Senen berkisar antara Rp285 ribu (termurah) hingga Rp570 ribu (termahal).

Baca juga : 7 Cara Aman Melewati Perlintasan Kereta Api

2. Fasilitas dan Layanan

Terdapat sejumlah fasilitas dan layanan menarik yang dimiliki kereta api Panoramic. Joni Martinus selaku VR Public Relations KAI menyampaikan bahwa jenis kereta ini menghadirkan layanan full service kepada para penumpang.

Selain snack, para penumpang juga disuguhkan makanan berat dalam satu kali perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 8 jam.

Lebih lanjut, Bambang Wijanarko selaku Direktur Keuangan Kereta Api Pariwisata juga menyebut bahwa kereta Panoramic ini memiliki fasilitas yang tidak dimiliki kereta regular lainnya.

Selain akses internet gratis, mereka juga menghadirkan kursi nyaman yang bisa diputar menghadap jendela. Kemudian, ada juga tirai jendela yang bisa dikendalikan dengan remote.

Tak sampai disitu, ada juga fasilitas seperti toilet luas yang dilengkapi sensor otomatis, rak bagasi khusus, hingga televisi di dinding ujung kereta.

3. Interior Kereta

Pada bagian dalamnya, kereta panoramic ini memiliki jendela berdimensi besar di kedua sisinya. Selain itu, pada atapnya juga terdapat kaca memanjang dari depan hingga belakang yang bisa dibuka tutup secara otomatis.

Hal ini menjadikan salah satu perbedaan terbesar bagi kereta api panoramic dan kereta eksekutif atau jenis lainnya. Dalam fungsinya, hal tersebut ditujukan bagi penumpang untuk menikmati pemandangan sekitar selama perjalanan.

Demikian ulasan mengenai sejumlah perbedaan antara kereta api Panoramic dan kereta api eksekutif biasa.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
18.000 Pemudik Padati...
18.000 Pemudik Padati Stasiun Senen pada Puncak Arus Lebaran Hari Ini
6,2 Juta Orang Mudik...
6,2 Juta Orang Mudik Naik Angkutan Umum H-4 Lebaran, Kereta Api Jadi Favorit
Gempa Pacitan Guncang...
Gempa Pacitan Guncang Yogyakarta, 14 Kereta Api Berhenti Luar Biasa
Lowongan Kerja KAI Services...
Lowongan Kerja KAI Services 2026 Dibuka, Lulusan SMA Segera Daftar
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Rekomendasi
FIFA Selidiki Spanduk...
FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Argentina soal Kepulauan Falkland
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
Berita Terkini
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved