Saham Garuda Masih Dikerangkeng, Begini Penjelasan Sang Dirut

Selasa, 27 Desember 2022 - 18:35 WIB
loading...
Saham Garuda Masih Dikerangkeng,...
BEI masih men-suspensi saham Garuda Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia ( BEI ) masih melakukan penghentian sementara atau suspensi atas saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Padahal emiten berencana melakukan rights issue.

Baca juga: Erick Thohir Belum Kasih Izin Garuda Indonesia Gabung InJourney di 2023

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan setiaputra menyebut ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dan diselesaikan pihaknya, sebelum BEI mencabut suspensi tersebut.

“Yang menentukan kapan dilepas (suspensi) adalah otoritas bursa. Di Garuda memastikan seluruh persyaratan,” ungkap Irfan saat Public Expo GIAA 2022, Selasa (27/12/2022).

Irfan menjelaskan, perdagangan saham GIAA dihentikan terkait wanprestasi terhadap sukuk yang pernah diterbitkan, sehingga, perseroan harus menerbitkan sukuk baru sebagai penggantinya. Hal itu merupakan salah satu syarat agar suspensi saham GIAA dapat dibuka Bursa Efek Indonesia.

“Saham kita disuspensi saat itu karena ada wanprestasi terhadap sukuk. Salah satu syarat, kalau bisa menerbitkan sukuk baru sebagai pengganti yang lama,” kata dia.

Dia berharap langkah yang dilakukan setelah mendapatkan pendanaan yang masuk ke dalam kas dan melakukan eksekusi perjanjian homologasi, termasuk sukuk, adalah memenuhi persyaratan dalam pencabutan suspensi. Irfan optimistis seluruh tahapan homologasi atau kesepakatan damai dengan kreditur akan rampung beberapa hari ke depan.

Baca juga: Pamerkan QUANTiNO Khusus ke Pasar AS, NanoFlowcell Berencana Bikin Mobil Listrik Tanpa Baterai

Saat ini ada sejumlah tahapan yang harus difinalisasikan emiten bersandi saham GIAA tersebut. Irfan sendiri enggan menyebut tahapan yang dimaksudkan.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Bursa Saham Merana Jelang...
Bursa Saham Merana Jelang Iduladha, IHSG Ditutup Longsor 1,23% ke 6.130
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Garuda Indonesia Turun...
Garuda Indonesia Turun Kelas: Skytrax Pangkas Status dari Bintang 5 ke Bintang 4
Rekomendasi
Jonatan Christie Tak...
Jonatan Christie Tak Mau Terbebani Ekspektasi di Final Indonesia Open 2026
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Infografis
Perjuangan Garuda Muda...
Perjuangan Garuda Muda di Piala Dunia U-17 2025 Dimulai!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved