China Cabut Aturan Karantina Internasional, Singapore Airlines Tambah Penerbangan
Rabu, 28 Desember 2022 - 14:05 WIB
loading...
Seorang pria memakai masker mengendarai sepeda di persimpangan jalan menjelang Kongres Rakyat Nasional (NPC) tahunan, di Shanghai, China. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - China akan menghapus karantina bagi para pelancong mulai 8 Januari menandai perubahan besar kebijakan nol Covid-19 negara itu. Setelah hampir tiga tahun menutup perbatasan, negara ini akan membuka kembali bagi mereka yang memiliki visa kerja dan belajar, atau ingin mengunjungi keluarga. Otoritas imigrasi setempat mengatakan kebijakan tersebut warga China akan lebih mudah bepergian.
Melansir BBC, penyebaran Covid-19 semkin ganas setelah pembatasan mulai dilornggarkan. Berdasarkan laporan, rumah sakit kewalahan. Jumlah kasus harian dan kematian tidak diketahui secara pasti karena pemerintah setempat telah berhenti merilis data Covid-19.
Beijing melaporkan, sekitar 4.000 infeksi Covid-19 baru setiap hari minggu lalu dengan sedikit kematian. Firma data kesehatan Inggris Airfinity memperkirakan China mengalami lebih dari 1 juta infeksi dan 5.000 kematian setiap hari. China merupakan negara besar dunia terakhir yang akhirnya akan memutuskan hidup berdampingan dengan Covid-19 setelah tiga tahun terkunci, menutup perbatasan, dan karantina secara ketat.
Baca Juga: 4 Film China Terbaik di Tahun 2022, Wajib Nonton!
Kebijakan nol Covid-19 telah menghancurkan ekonomi dan membuat masyarakat lelah dengan pembatasan dan penguncian berulang. Kebencian terhadap kebijakan tersebut meledak menjadi protes publik yang jarang terjadi terhadap Presiden Xi Jinping pada November, yang diikuti olehotoritas yang mencabut aturan Covid-19 hanya beberapa minggu kemudian.
Perbatasan tertutup tetap menjadi batasan besar terakhir. Sejak Maret 2020, siapa pun yang memasuki China harus menjalani karantina wajib di fasilitas negara hingga tiga minggu sekaligus, yang baru-baru ini dikurangi menjadi lima hari.
Tetapi pada hari Senin, Komisi Kesehatan Nasional mengumumkan bahwa Covid-19 akan secara resmi diturunkan menjadi penyakit menular Kelas B pada 8 Januari. Hal itu berarti karantina akan dihentikan meskipun pelancong yang masuk masih perlu mengikuti tes PCR. Batasan jumlah penerbangan harian yang diizinkan masuk ke China juga akan dihapus.
Melansir BBC, penyebaran Covid-19 semkin ganas setelah pembatasan mulai dilornggarkan. Berdasarkan laporan, rumah sakit kewalahan. Jumlah kasus harian dan kematian tidak diketahui secara pasti karena pemerintah setempat telah berhenti merilis data Covid-19.
Beijing melaporkan, sekitar 4.000 infeksi Covid-19 baru setiap hari minggu lalu dengan sedikit kematian. Firma data kesehatan Inggris Airfinity memperkirakan China mengalami lebih dari 1 juta infeksi dan 5.000 kematian setiap hari. China merupakan negara besar dunia terakhir yang akhirnya akan memutuskan hidup berdampingan dengan Covid-19 setelah tiga tahun terkunci, menutup perbatasan, dan karantina secara ketat.
Baca Juga: 4 Film China Terbaik di Tahun 2022, Wajib Nonton!
Kebijakan nol Covid-19 telah menghancurkan ekonomi dan membuat masyarakat lelah dengan pembatasan dan penguncian berulang. Kebencian terhadap kebijakan tersebut meledak menjadi protes publik yang jarang terjadi terhadap Presiden Xi Jinping pada November, yang diikuti olehotoritas yang mencabut aturan Covid-19 hanya beberapa minggu kemudian.
Perbatasan tertutup tetap menjadi batasan besar terakhir. Sejak Maret 2020, siapa pun yang memasuki China harus menjalani karantina wajib di fasilitas negara hingga tiga minggu sekaligus, yang baru-baru ini dikurangi menjadi lima hari.
Tetapi pada hari Senin, Komisi Kesehatan Nasional mengumumkan bahwa Covid-19 akan secara resmi diturunkan menjadi penyakit menular Kelas B pada 8 Januari. Hal itu berarti karantina akan dihentikan meskipun pelancong yang masuk masih perlu mengikuti tes PCR. Batasan jumlah penerbangan harian yang diizinkan masuk ke China juga akan dihapus.
Lihat Juga :