PPA Optimistis Jadi Perusahaan Jasa Tambang Terbesar Kedua di 2023
Selasa, 27 Desember 2022 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Industri Pertambangan Berkelanjutan Jadi Tantangan Masa Depan
Langkah selanjutnya, kata Teguh, perusahaan juga akan menambah sekitar 200 unit alat berat untuk mendukung operasi. Tercatat, saat ini perusahaan telah memiliki 2.087 unit peralatan berat dalam menjalankan operasionalnya.
Lebih lanjut, Teguh mengatakan bahwa PPA juga terus berekspansi menuju bisnis yang lebih terdiversifikasi. Selain batu bara, PPA tercatat juga memiliki kontrak dari perusahaan tambang nikel, yakni PT MLP dan PT Halmahera Sukses Mineral. "Untuk nikel kita sudah due diligence sekitar 6 perusahaan baru," tambahnya.
Sementara, untuk batu bara, PPA tercatat menjadi kontraktor sejumlah perusahaan tambang batu bara seperti PT bukit Asam Tbk, Adaro Mining, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk, dan PT Kaltim Prima Coal. Sepanjang 2022, PPA memproyeksikan produksi batu bara sebesar 52,2 juta ton.
Langkah selanjutnya, kata Teguh, perusahaan juga akan menambah sekitar 200 unit alat berat untuk mendukung operasi. Tercatat, saat ini perusahaan telah memiliki 2.087 unit peralatan berat dalam menjalankan operasionalnya.
Lebih lanjut, Teguh mengatakan bahwa PPA juga terus berekspansi menuju bisnis yang lebih terdiversifikasi. Selain batu bara, PPA tercatat juga memiliki kontrak dari perusahaan tambang nikel, yakni PT MLP dan PT Halmahera Sukses Mineral. "Untuk nikel kita sudah due diligence sekitar 6 perusahaan baru," tambahnya.
Sementara, untuk batu bara, PPA tercatat menjadi kontraktor sejumlah perusahaan tambang batu bara seperti PT bukit Asam Tbk, Adaro Mining, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk, dan PT Kaltim Prima Coal. Sepanjang 2022, PPA memproyeksikan produksi batu bara sebesar 52,2 juta ton.
(fai)
Lihat Juga :