Soal Larangan Penjualan Rokok Ketengan, Produsen: Kalau Rakyat hanya Mampu Beli 5 Batang, Kenapa Dipaksa Sebungkus

Rabu, 28 Desember 2022 - 19:50 WIB
loading...
Soal Larangan Penjualan...
Larangan penjualan rokok ketengan akan membebani masyarakat kecil. Foto/FaisalRahman/MPI
A A A
JAKARTA - Produsen rokok menilai kebijakan pemerintah yang melarang penjualan rokok eceran atau ketengan tidak tepat jika dalihnya untuk mengurangi prevalensi merokok pada usia kurang dari 18 tahun. Pemerintah sudah memiliki regulasi yang mengatur tentang larangan penjualan rokok untuk usia di bawah umur yang diatur pada Pasal 25 PP No. 109 Tahun 2012.

Baca juga: Tolak Larangan Penjualan Rokok Ketengan, Ternyata Ini Alasan Utama Pedagang

Corporate Secretary PT Sukun Wartono Indonesia, Deka Hendratmanto, mengatakan bahwa PP tersebut sudah tegas melarang penjualan rokok pada usia di bawah 18 tahuh atau perempuan hamil. Namun penegakan aturan tersebut tampaknya kurang optimal dilakukan.

"Pertanyaan kami adalah, sejauh mana upaya law enforment pemerintah terhadap aturan tersebut? Ini jauh lebih penting daripada pemerintah ngurusi teman-teman pedagang kecil yang masih berupaya bangkit dari pandemi," ujar Deka dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (28/12/2022).

Menurut Deka larangan penjualan rokok ketengan akan berdampak pada pedagang kecil yang mencari keuntungan dari berjualan sebatang rokok. Sedikit banyak tentu akan berpengaruh terhadap pendapatan para pedagang.

"Jika tujuan pemerintah adalah untuk menekan prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun, kami justru mendesak agar menegakkan law enforcement secara tegas, keras, dan konsisten atas PP Tembakau," lanjut Deka.

Deka melihat saat ini penjualan rokok ketengan hanya terjadi di warung-warung kecil karena adanya kebutuhan riil masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas. Larangan menjual rokok ketengan sama saja meminta masyarakat untuk mengeluarkan uang lebih untuk membeli rokok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal di Palu
Konser Slank Bersama...
Konser Slank Bersama HS di Palembang Momen Romantisme Owner Haji Suryo
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Rekomendasi
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved