Kredit Tumbuh Seluruh Sektor, OJK Optimistis Kinerja Perbankan Moncer di 2023
Rabu, 28 Desember 2022 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga Maret 2023, Ini Rinciannya
Direktur BCA Syariah Pranata menuturkan, penduduk muslim Indonesia yang sebesar 86,7% dari total penduduk Indonesia menjadi peluang bank syariah untuk terus berkembang di tahun 2023. Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu pemasok global teratas untuk produk halal (makanan, mode, farmasi dan kosmetik) ke negara-negara OKI pada tahun 2020. Dengan ekspor produk halal senilai USD8,5 miliar, Indonesia adalah eksportir terbesar ke-10 secara global dan eksportir terbesarke-2 di antara negara-negara OKI.
"Namun literasi perbankan syariah Indonesia masih minim, yakni 9,14%. Ini artinya setiap 100 penduduk di Indonesia hanyaterdapat 9 orang yang memiliki pengetahuan mengenai industri jasa keuangan syariah," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, tahun 2023 memang merupakan tahun yang penuh tantangan. Inflasi tinggi, ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok pengetatan kebijakan moneter disinyalir membuat banyak negara di dunia alami resesi. Untuk mengantisipasi hal itu, BPR Universal telah memiliki sejumlah jurus jitu.
Direktur BCA Syariah Pranata menuturkan, penduduk muslim Indonesia yang sebesar 86,7% dari total penduduk Indonesia menjadi peluang bank syariah untuk terus berkembang di tahun 2023. Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu pemasok global teratas untuk produk halal (makanan, mode, farmasi dan kosmetik) ke negara-negara OKI pada tahun 2020. Dengan ekspor produk halal senilai USD8,5 miliar, Indonesia adalah eksportir terbesar ke-10 secara global dan eksportir terbesarke-2 di antara negara-negara OKI.
"Namun literasi perbankan syariah Indonesia masih minim, yakni 9,14%. Ini artinya setiap 100 penduduk di Indonesia hanyaterdapat 9 orang yang memiliki pengetahuan mengenai industri jasa keuangan syariah," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, tahun 2023 memang merupakan tahun yang penuh tantangan. Inflasi tinggi, ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok pengetatan kebijakan moneter disinyalir membuat banyak negara di dunia alami resesi. Untuk mengantisipasi hal itu, BPR Universal telah memiliki sejumlah jurus jitu.
(nng)
Lihat Juga :