PMI Manufaktur Masih Ekspansif di Akhir 2022, Sri Mulyani Ungkap Penopangnya
Selasa, 03 Januari 2023 - 15:11 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut, bahwa Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur masih terus agresif di akhir tahun 2022. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur masih terus agresifdi akhir tahun 2022 dengan penguatan pada output dan permintaan domestik.
"Output sektor manufaktur tumbuh selama 7 bulan berturut-turut, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik. Untuk pembelian juga meningkat selama 16 bulan berturut-turut dan stok pembelian mengalami pertumbuhan," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2022 di Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Baca Juga: Pasang Surut Industri Manufaktur
Dia mengatakan, bahwa ini memberikan sinyal kepada PMI Manufaktur untuk terus berproduksi karena memang ada demand dan dari sisi stock juga mengalami pertumbuhan karena adanya keyakinan terhadap pembelian barang-barang yang diproduksi.
Tak hanya itu saja, meningkatnya permintaan mendorong produsen untuk menambah jumlah tenaga kerja selama 6 bulan berturut dan backlog of works meningkat dalam 2 bulan terakhir. Selain itu, stock persediaan barang jadi juga mengalami peningkatan di Desember.
"Output sektor manufaktur tumbuh selama 7 bulan berturut-turut, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik. Untuk pembelian juga meningkat selama 16 bulan berturut-turut dan stok pembelian mengalami pertumbuhan," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2022 di Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Baca Juga: Pasang Surut Industri Manufaktur
Dia mengatakan, bahwa ini memberikan sinyal kepada PMI Manufaktur untuk terus berproduksi karena memang ada demand dan dari sisi stock juga mengalami pertumbuhan karena adanya keyakinan terhadap pembelian barang-barang yang diproduksi.
Tak hanya itu saja, meningkatnya permintaan mendorong produsen untuk menambah jumlah tenaga kerja selama 6 bulan berturut dan backlog of works meningkat dalam 2 bulan terakhir. Selain itu, stock persediaan barang jadi juga mengalami peningkatan di Desember.
Lihat Juga :