Khawatirkan Pertamina, Erick Thohir Minta Efisiensi Keuangan hingga Garap Ethanol

Selasa, 03 Januari 2023 - 20:59 WIB
loading...
Khawatirkan Pertamina,...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan, kekhawatirannya terhadap PT Pertamina (Persero), begini sebabnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan, kekhawatirannya terhadap PT Pertamina (Persero), lantaran menurutnya Bahan Bakar Minyak ( BBM ) ke depannya tidak lagi digunakan sebagai bahan bakar. Karena itu Ia meminta Pertamina melakukan efisiensi anggaran secara agresif.

Baca Juga: PLN Bisa Kurangi Utang Rp90 Triliun, Ini Pesan Erick Thohir ke Pertamina

Erick mencontohkan operasional sektor perkapalan ke depan tidak lagi menggunakan BBM, namun memakai Blue Hidrogen sebagai bahan bakar alternatif. Sama halnya dengan transportasi darat yang mengutamakan EV baterai atau listrik.

"Lalu perkapalan, logistik ini kita perbaiki, supaya lebih sehat. Karena kenapa? Ingat, kalau tidak sehat ke depan ini kapal ini juga berubah, tidak lagi pakai BBM, mungkin katanya akan pakai Blue Hidrogen, ada lagi gatau apa itu, artinya apa? mesin yang di dalam kapal pun akan diubah. Seperti hari ini ada mobil ada motor listrik," ungkap Erick, Selasa (3/1/2022).

Penerapan energi baru dan terbarukan (EBT) dalam negeri memang mempengaruhi bisnis utama Pertamina. Selain melakukan efisiensi keuangan, Erick pun meminta perseroan mengambil langkah strategis lain untuk beradaptasi dengan perubahan.

"Pertamina sendiri begini, ini persepsinya, keuntungan yang didapatkan Pertamina itu tidak semata-mata dari jualan BBM. Harus ada efisiensi, karena itu kenapa, ada holding dan subholding ini tidak lain untuk memetakan ongkos operasional Pertamina harus lebih efisien," kata dia.

Baca Juga: Pertamina Investasi di Venezuela, Erick Thohir: Sedang Dijajaki

Upaya adaptasi, lanjut Erick Thohir, dilakukan Pertamina dengan menggarap Ethanol atau bio energi berbasis bahan bakar nabati. Dalam proyek ini perseroan menggandeng Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero).

Pertamina dan PTPN III akan memanfaatkan tebu dan gula untuk diproduksi menjadi Bioetanol (Ethanol). Produk tersebut nantinya digunakan Pertamina untuk mengurangi produksi BBM dan mengurangi impor minyak mentah.

Produksi Bioetanol nasional pada 2022 bisa mencapai 394.000 kiloliter. Lalu, naik menjadi 1,2 juta kiloliter pada 2030. Bahan bakar alternatif tersebut menjadi potensi campuran (blend) bahan bakar minyak dari 6 persen pada 2022 menjadi 13,8 persen pada 2030.

Adapun produksi Bioetanol akan dilakukan oleh PT Energi Agro Nusantara, salah satu anak usaha PTPN III yang mengolah molasses menjadi ethanol. Proses produksi pun dilakukan secara bertahap.

"Tetapi industri mobil yang pakai mesin apakah berhenti? Belum tentu, akan bersaing di pasaran. Mungkin nanti bensinnya ethanol, jadi B35," ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Rekomendasi
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved