Demi UMKM, Teten Pangkas Proses Pemberian Kredit Jadi Tiga Tahap

Senin, 13 Juli 2020 - 06:22 WIB
loading...
Demi UMKM, Teten Pangkas...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan hantaman hebat yang dirasakan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) ingin mereformasi koperasi agar lebih mudah memberikan kredit dan juga memberi relaksasi pinjaman dan top up kredit baru yang diperlukan.

"Di tengah krisis, koperasi sudah menjadi penyelamat bagi anggotanya dan ekonomi nasional. Kami berfokus pada pengarusutamaan koperasi agar lebih dekat dengan masyarakat, dan kami akan memperbesar kapasitas keanggotaan koperasi dengan beberapa kebijakan," ujar Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Kebijakan pertama, Kemenkop UKM akan memberikan afirmasi agar LPDB tahun ini dan ke depan dikhususkan hanya untuk pembiayaan koperasi. Berdasarkan pengalamannya, LPDB dengan koperasi simpan pinjam (KSP) bisa menjadi model penyaluran dana bergulir pemerintah yang murah untuk menguatkan UMKM. ( Baca juga:Teten Masduki: Pelaku UMKM yang Masuk Marketplace Baru 13% )

"Sesuai arahan Presiden, saya mengeluarkan Peraturan No. 4 Tahun 2020 tentang penyaluran pinjaman atau PDB dari LPDB ke koperasi atau UMKM. Kami sederhanakan prosedur yang selama ini jadi keluhan koperasi dan UKM. Dari yang semula 12 tahap, hanya cukup tiga tahap," tambah Teten.

Selain itu, lanjutnya, Kemenkop UKM juga turut mendukung penguatan koperasi pangan. Hal ini mengikuti arahan Jokowi untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

"Ketahanan pangan kita lemah karena petani dan nelayan mengelola sumber daya yang dimilikinya secara kecil-kecilan, bukan berskala ekonomi, sehingga tidak bisa menguatkan ekonomi. Melihat perkembangan ancaman krisis pangan yang telah disampaikan FAO belakangan ini, dan juga pertumbuhan koperasi pertanian di Eropa dan koperasi perikanan di Jepang, seharusnya koperasi di Indonesia lebih besar," jelas Teten.

Ia menyampaikan, agar tidak khawatir Indonesia memang belum punya koperasi di sektor pangan yang bisa dibanggakan. Namun, pihaknya tengah bersinergi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, didampingi dengan penguatan SDM petani dalam berkoperasi.

"Kemarin saya baru kembali dari Jawa Barat, bertemu petani dan nelayan. Saya selalu katakan, lahan yang dipinjamkan dua hektar per KK selama 35 tahun kalau dikelola secara perorangan ini tidak akan melahirkan kekuatan ekonomi. Kami mengajak mereka bergabung dalam koperasi pangan," ungkapnya.

Kemenkop UKM, lanjut dia, juga bersinergi dengan Perhutani dalam merencanakan koperasi pangan di Jawa. "Semoga ini menjadi model ke depannya, model koperasi pangan yang terencana dengan baik," tambah Teten.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Maksimalkan Peran Koperasi...
Maksimalkan Peran Koperasi Hijau untuk Dukung Pengembangan PLTS
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Rekomendasi
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Berita Terkini
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved