Ganjar Prioritaskan Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrem di 2023
Selasa, 03 Januari 2023 - 15:30 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dalam persiapan pelaksanaan APBD TA 2023 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang. FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memprioritaskan penurunan angka kemiskinan ekstrem dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023. Ganjar menekankan perntingnya evaluasi data jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah.
"Dari data kita, kita melihat beberapa indikator yang mungkin tidak akan tercapai maka kita sampaikan satu soal kemiskinan, bagaimana perbaikan datanya agar target itu bisa diselesaikan," ujar Ganjar usai rapat di Kantor Gubernur Jawa Tengah, saat rapat evaluasi pelaksanaan APBD 2022 dan persiapan pelaksanaan APBD 2023 bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, di Kota Semarang, Selasa (3/1/2023).
Baca Juga: Ganjar Pastikan Pasokan Logistik Aman Tidak Terganggu Cuaca Ekstrem
Rapat tersebut membahas sejumlah perencanaan alokasi anggaran dan belanja daerah menggunakan APBD TA 2023 senilai Rp25,73 triliun dari pendapatan daerah. Alokasi belanja daerah Jawa Tengah tahun 2023 sendiri yakni Rp26,30 triliun atau defisit Rp572,2 juta.
Menurut dia untuk memperbaiki sistem pendataan penduduk miskin di Jawa Tengah, Ganjar beserta jajarannya tengah menggodok program e-verval atau elektronik verifikasi dan validasi. Bahkan untuk lebih memastikan datanya, Ganjar juga akan membentuk tim khusus yang bertugas menghitung dan memastikan jumlah penduduk yang masuk kategori miskin maupun kemiskinan ekstrem.
"Dari data kita, kita melihat beberapa indikator yang mungkin tidak akan tercapai maka kita sampaikan satu soal kemiskinan, bagaimana perbaikan datanya agar target itu bisa diselesaikan," ujar Ganjar usai rapat di Kantor Gubernur Jawa Tengah, saat rapat evaluasi pelaksanaan APBD 2022 dan persiapan pelaksanaan APBD 2023 bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, di Kota Semarang, Selasa (3/1/2023).
Baca Juga: Ganjar Pastikan Pasokan Logistik Aman Tidak Terganggu Cuaca Ekstrem
Rapat tersebut membahas sejumlah perencanaan alokasi anggaran dan belanja daerah menggunakan APBD TA 2023 senilai Rp25,73 triliun dari pendapatan daerah. Alokasi belanja daerah Jawa Tengah tahun 2023 sendiri yakni Rp26,30 triliun atau defisit Rp572,2 juta.
Menurut dia untuk memperbaiki sistem pendataan penduduk miskin di Jawa Tengah, Ganjar beserta jajarannya tengah menggodok program e-verval atau elektronik verifikasi dan validasi. Bahkan untuk lebih memastikan datanya, Ganjar juga akan membentuk tim khusus yang bertugas menghitung dan memastikan jumlah penduduk yang masuk kategori miskin maupun kemiskinan ekstrem.
Lihat Juga :