Minyak Dunia Anjlok Lebih 5%, Ini Dampaknya ke Emiten Komoditas
Kamis, 05 Januari 2023 - 11:32 WIB
loading...
Harga minyak dunia anjlok berdampak terhadap emiten komoditas. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak turun lebih dari USD4 per barel akhir perdagangan kemarin. Baik minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) dan Brent keduanya turun hampir 5%.
"Memang ada tekanan di saham-saham batu bara salah satunya karena ada berita bahwa China mungkin akan mengijinkan beberapa importirnya untuk membeli kembali batu bara dari Australia jadi itu memberikan sentimen negatif ke market atau pasar walau saya tahu Australia itu lebih tinggi kalorinya berbeda dengan batu bara Indonesia," jelas Direktur Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, dalam segmen Market Buzz Power Breakfast IDX, Kamis (5/1/2023).
Baca Juga: Meneropong Harga Minyak Mentah di 2023 Saat Perang Rusia Ukraina Berlanjut
Menurut dia penguatan harga komoditas seperti minyak dan energi karena adanya perang Rusia-Ukraina. Jika perang belum berhenti, pelemahan juga tidak begitu signifikan. Secara keseluruhan, menurut Suria, memang ahak memberikan sentimen negatif, namun untuk harga batu bara seharusnya tidak selemah tahun lalu.
Sebetulnya, menurut Suria, investor sejak tahun lalu sudah mengantisipasi bahwa seharusnya harga komoditas akan turun pada 2023, namun seberapa besar turunnya masih jadi tanda tanya. "Karena saya pikir sih penurunan akan tetap lebih tinggi dibandingkan pada saat Covid gitu ya harganya, jadi penurunan memang akan terjadi mungkin belum terlalu tinggi untuk tahun ini," jelas Suria.
Jika harga turun, pendapatan juga akan turun ditambah tidak ada aksi korporasi yang dilakukan seperti bergantung terhadap produksi yang ada. "Tapi kemungkinan kan profit yang luar biasa seperti tahun lalu, tapi tahun ini tetap luar biasa tapi akan sedikit turun, perkiraan saya begitu ya," ujar dia.
Baca Juga: Perbandingan Harga Minyak Rusia dengan Harga Pasaran Minyak Mentah Dunia
"Memang ada tekanan di saham-saham batu bara salah satunya karena ada berita bahwa China mungkin akan mengijinkan beberapa importirnya untuk membeli kembali batu bara dari Australia jadi itu memberikan sentimen negatif ke market atau pasar walau saya tahu Australia itu lebih tinggi kalorinya berbeda dengan batu bara Indonesia," jelas Direktur Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, dalam segmen Market Buzz Power Breakfast IDX, Kamis (5/1/2023).
Baca Juga: Meneropong Harga Minyak Mentah di 2023 Saat Perang Rusia Ukraina Berlanjut
Menurut dia penguatan harga komoditas seperti minyak dan energi karena adanya perang Rusia-Ukraina. Jika perang belum berhenti, pelemahan juga tidak begitu signifikan. Secara keseluruhan, menurut Suria, memang ahak memberikan sentimen negatif, namun untuk harga batu bara seharusnya tidak selemah tahun lalu.
Sebetulnya, menurut Suria, investor sejak tahun lalu sudah mengantisipasi bahwa seharusnya harga komoditas akan turun pada 2023, namun seberapa besar turunnya masih jadi tanda tanya. "Karena saya pikir sih penurunan akan tetap lebih tinggi dibandingkan pada saat Covid gitu ya harganya, jadi penurunan memang akan terjadi mungkin belum terlalu tinggi untuk tahun ini," jelas Suria.
Jika harga turun, pendapatan juga akan turun ditambah tidak ada aksi korporasi yang dilakukan seperti bergantung terhadap produksi yang ada. "Tapi kemungkinan kan profit yang luar biasa seperti tahun lalu, tapi tahun ini tetap luar biasa tapi akan sedikit turun, perkiraan saya begitu ya," ujar dia.
Baca Juga: Perbandingan Harga Minyak Rusia dengan Harga Pasaran Minyak Mentah Dunia
Lihat Juga :