UEA Ungkap Rencana Ekonomi 1 Dekade, Siapkan Dana Jumbo Rp 135,3 Kuadriliun
Kamis, 05 Januari 2023 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Sejarah Penemuan Harta Karun Minyak yang Mengubah Nasib Qatar Menjadi Kaya Raya
Sementara itu beberapa hari sebelumnya Dubai mengumumkan berakhirnya pajak 30% untuk alkohol, sebuah langkah yang tampaknya dilakukan untuk meningkatkan sektor pariwisata dan bisnis.
Beberapa tahun terakhir kita melihat emirat -yang merupakan ibu kota komersial dan pariwisata mewah Uni Emirat Arab (UEA) yang kaya minyak- meluncurkan serangkaian reformasi yang bertujuan membuatnya lebih menarik bagi orang asing dan perusahaan internasional untuk hidup, maupun berinvestasi.
Besarnya tujuan ekonomi kota ini mungkin menarik beberapa skeptisisme, tetapi para ahli keuangan di Dubai percaya bahwa tujuan tersebut dapat dicapai.
"Ini ambisius, tetapi tidak ada alasan untuk meragukan target-target itu mengingat sejarah ekonomi Dubai dan catatan reformasi," kata CEO Timur Tengah di Nomura Asset Management, Tarek Fadlallah kepada CNBC.
Chief investment officer di perusahaan manajemen aset Longdean Capital yang berbasis di Dubai, Karim Jetha menyoroti persaingan dengan Arab Saudi yang menginvestasikan triliunan untuk melepaskan citra tertutup dan konservatif serta menarik pariwisata dan investasi asing.
"Angka-angka itu terdengar ambisius tetapi Dubai tidak pernah kekurangan ambisi," kata Jetha.
"Ketika negara-negara tetangga seperti Arab Saudi membuka diri dan ingin menangkap lebih banyak bisnis regional, Dubai mengarahkan pandangannya lebih tinggi dan berusaha menjadi pusat keuangan global," bebernya.
Sementara itu beberapa hari sebelumnya Dubai mengumumkan berakhirnya pajak 30% untuk alkohol, sebuah langkah yang tampaknya dilakukan untuk meningkatkan sektor pariwisata dan bisnis.
Beberapa tahun terakhir kita melihat emirat -yang merupakan ibu kota komersial dan pariwisata mewah Uni Emirat Arab (UEA) yang kaya minyak- meluncurkan serangkaian reformasi yang bertujuan membuatnya lebih menarik bagi orang asing dan perusahaan internasional untuk hidup, maupun berinvestasi.
Besarnya tujuan ekonomi kota ini mungkin menarik beberapa skeptisisme, tetapi para ahli keuangan di Dubai percaya bahwa tujuan tersebut dapat dicapai.
"Ini ambisius, tetapi tidak ada alasan untuk meragukan target-target itu mengingat sejarah ekonomi Dubai dan catatan reformasi," kata CEO Timur Tengah di Nomura Asset Management, Tarek Fadlallah kepada CNBC.
Chief investment officer di perusahaan manajemen aset Longdean Capital yang berbasis di Dubai, Karim Jetha menyoroti persaingan dengan Arab Saudi yang menginvestasikan triliunan untuk melepaskan citra tertutup dan konservatif serta menarik pariwisata dan investasi asing.
"Angka-angka itu terdengar ambisius tetapi Dubai tidak pernah kekurangan ambisi," kata Jetha.
"Ketika negara-negara tetangga seperti Arab Saudi membuka diri dan ingin menangkap lebih banyak bisnis regional, Dubai mengarahkan pandangannya lebih tinggi dan berusaha menjadi pusat keuangan global," bebernya.
Lihat Juga :