Harga Cabai di Semarang Meroket, Tembus Rp80.0000 per Kilogram

Jum'at, 06 Januari 2023 - 11:39 WIB
loading...
Harga Cabai di Semarang...
Harga cabai di wilayah Tengaran, Kabupaten Semarang, Jumat (6/1/2023) meroket. SINDOnews/Angga
A A A
SEMARANG - Harga cabai di wilayah Tengaran, Kabupaten Semarang, Jumat (6/1/2023) meroket. Harga cabai rawit merah naik Rp35.000 dari harga kemarin Rp45.000 atau menjadi Rp80.000 per kilogram.

Kemudian harga cabai merah keriting naik Rp20.000 dari harga kemarin Rp45.000 atau menjadi Rp65.000 per kilogram. Kenaikkan harga ini juga terjadi pada jenis cabai lainnya.

Pedagang sayur keliling di Tengaran Ari (40) menuturkan, kenaikkan harga cabai kali ini terhitung tinggi. Cabai rawit merah langsung naik Rp35.000 per kilogram dan cabai merah keriting naik Rp20.000. "Naiknya lebih dari 80 persen," katanya, Jumat (6/1/2023).

Menurutnya, melambungnya harga cabai ini dipicu oleh minimnya stok di pasaran. Ini terjadi karena pada musim penghujan banyak petani cabai yang gagal panen. "Ada juga petani yang baru mulai tanam," ujarnya.

Tingginya harga cabai membuat para pedagang harus memutar otak untuk menjual cabai. Salah cara yang dilakukan adalah menjual paket hemat dengan harga Rp5.000 per bungkus. "Agar konsumen tetap bisa membeli cabai, saya jual paket hemat Rp5.000 per bungkus," ucapnya.

Sementara itu, pedagang cabai di Pasar Kembangsari, Rubingah (56) mengatakan, tingginya harga cabai ini disebab pasokan dari petani terbatas. Ini terjadi karena pada musim hujan ini, banyak petani cabai yang gagal panen sehingga stok cabai di pasar terbatas dan harga menjadi naik.

"Curah hujan tinggi merusak tanaman cabai. Bahkan cabai yang sudah dipetik dan terkena air hujan juga cepat membusuk. Jadinya stok cabai sedikit dan harga naik," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Rekomendasi
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved