Kolaborasi Jadi Jalan Tengah Penambangan Batu Andesit di Wadas

Senin, 09 Januari 2023 - 12:30 WIB
loading...
Kolaborasi Jadi Jalan...
BBWS Serayu Opak sinergi dengan warga melakukan pengukuran jarak aman penambangan lahan kuwari dengan pemukiman di Wadas, Bener, Purworejo, Senin (9/1). FOTO/dok.Istimewa
A A A
PURWOREJO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat terkait kegiatan penambangan andesit di Wadas, Purworejo, Jawa Tengah sebagai jalan tengah. Sinergi tersebut kini dilakukan bersama-sama warga dengan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Serayu Opak melakukan pengukuran jarak aman lokasi penambangan batu andesit dengan pemukiman warga.

"Kami menerjunkan tim ke lokasi. Selain menemui warga, kami juga memastikan jarak aman," kata Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Serayu Opak, Yosiandi Radi Wicaksono, melalui pernyataannya, Senin (9/1/2023).

Dalam pengukuran tersebut dimulai dengan pendataan rumah maupun bangunan yang berada di sekitar lokasi rencana penambangan. Selanjutnya, petugas mengukur jarak aman sekitar radius 300 meter. Jika memang warga masih khawatir maka jarak aman akan ditambah 350 meter.

Baca Juga: Ganjar Bangun Pompa Air Tenaga Surya, Hasil Pertanian di Purworejo Meningkat 3 Kali Panen

Selain memastikan keamanan rumah dan bangunan, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga sehingga penambangan yang rencananya akan dilakukan dengan meledakkan dinamit dapat dipastikan aman. Artinya tidak mengakibatkan kerusakan dan kerugian terhadap warga setempat.

Mantan Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa) Insin Sutrisno mengatakan dirinya sudah menyerahkan berkas tanah sebagai bukti dukungan pada penambangan. Namun demikian, dirinya dan warga yang menerima tidak lantas berhenti berjuang.

Pengukuran ini adalah bagian dari perjuangan warga untuk memastikan penambangan tidak merugikan warga. "Kami tetap ingin memperjuangkan harapan warga. Salah satunya adalah jarak aman permukiman dari lokasi tambang," katanya.

Ia mengaku telah menyampaikan beberapa harapan warga kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada pertemuan di Purworejo, Kamis (29/12/2022). Pengukuran jarak aman merupakan bentuk respons cepat atas permintaan warga. "Sudah saya sampaikan kepada Pak Ganjar saat itu (di Purworejo). Dan ini dilakukan pengukuran jarak aman tempat lokasi dengan pemukiman warga," katanya.

Terdapat poin-pin yang menjadi keinginan warga, antara lain pemerintah diminta tetap melakukan pendekatan tanpa paksaan bagi warga yang belum menyerahkan berkas, menghindari kerugian warga atas penambangan. Selain itu penambangan hanya dibutuhkan untuk Bendungan Bener, harus ada reklamasi setelah penambangan, perlu ada proses rehabilitasi serta membangun Desa Wadas baik fisik maupun sumber daya manusia.

Baca Juga: Relawan Sosialisasikan Ganjar Lewat Cek Kesehatan hingga Pengecatan Poskamling

Situasi di Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo semakin kondusif. Kini tinggal delapan bidang tanah yang belum diserahkan dari 617 bidang yang direncanakan dalam penambangan tersebut. Dalam pengukuran tersebut dimulai dengan pendataan rumah maupun bangunan yang berada di sekitar lokasi rencana penambangan. Selanjutnya, petugas mengukur jarak aman sekitar radius 300 meter. Jika memang warga masih khawatir maka jarak aman akan ditambah 350 meter.

Selain memastikan keamanan rumah dan bangunan, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga sehingga penambangan yang rencananya akan dilakukan dengan meledakkan dinamit dapat dipastikan aman. Artinya tidak mengakibatkan kerusakan dan kerugian terhadap warga setempat.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
MMS Resources Bidik...
MMS Resources Bidik Teknologi Tambang Modern dari China
NHM Dorong Pembelajaran...
NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Rekomendasi
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved