Bahlil Kuliahi Mahasiswa S2 Harvard Soal Industri Hilirisasi
Selasa, 10 Januari 2023 - 11:34 WIB
loading...
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menjelaskan arah investasi Indonesia kepada mahasiswa pasca-sarjana Harvard. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan tentang arah kebijakan investasi di Indonesia saat menerima kunjungan mahasiswa pascasarjana Harvard University, Amerika Serikat, di kantor Kementerian Investasi/BKPM.
Baca juga: Krisis Global di Depan Mata, Bahlil Pikul Beban Berat Cari Investasi Rp1.400 Triliun
Bahlil mengatakan, saat ini, Pemerintah Indonesia fokus pada industri hilirisasi dengan pendekatan energi hijau dan industri hijau. Namun, langkah Indonesia dalam memperjuangkan hilirisasi tersebut tidak sepenuhnya memperoleh dukungan dari negara-negara maju.
Dia menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi gugatan dari Uni Eropa melalui WTO (World Trade Organization) terkait kebijakan pemberhentian ekspor nikel yang dilakukan tahun 2019 lalu. Sikap negara-nagara maju itu menimbulkan pertanyaan tersendiri di benak Bahlil.
“Saya bingung dengan cara berpikir dari sebagian negara-negara maju. Ketika Indonesia memperjuangkan untuk hilirisasi memberikan nilai tambah dan kolaborasi dengan pengusaha-pengusaha lokal, sebagian negara-negara tersebut tidak mau. Sementara mereka tahu bahwa sebuah negara berkembang menuju negara maju, salah satu instrumennya adalah melakukan hilirisasi,” ungkap Bahlil dalam keterangan tertulis, Selasa (10/1/2023).
Baca juga: Krisis Global di Depan Mata, Bahlil Pikul Beban Berat Cari Investasi Rp1.400 Triliun
Bahlil mengatakan, saat ini, Pemerintah Indonesia fokus pada industri hilirisasi dengan pendekatan energi hijau dan industri hijau. Namun, langkah Indonesia dalam memperjuangkan hilirisasi tersebut tidak sepenuhnya memperoleh dukungan dari negara-negara maju.
Dia menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi gugatan dari Uni Eropa melalui WTO (World Trade Organization) terkait kebijakan pemberhentian ekspor nikel yang dilakukan tahun 2019 lalu. Sikap negara-nagara maju itu menimbulkan pertanyaan tersendiri di benak Bahlil.
“Saya bingung dengan cara berpikir dari sebagian negara-negara maju. Ketika Indonesia memperjuangkan untuk hilirisasi memberikan nilai tambah dan kolaborasi dengan pengusaha-pengusaha lokal, sebagian negara-negara tersebut tidak mau. Sementara mereka tahu bahwa sebuah negara berkembang menuju negara maju, salah satu instrumennya adalah melakukan hilirisasi,” ungkap Bahlil dalam keterangan tertulis, Selasa (10/1/2023).
Lihat Juga :