Rusia Berisiko Jadi Negara Gagal Akibat Mahalnya Perang Ukraina
Kamis, 12 Januari 2023 - 04:44 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Rusia Vladimir Putin secara luas dinilai telah salah menilai invasi ke Ukraina, dengan asumsi runtuhnya pasukan dan pemerintahan Kiev dapat dilakukan dengan cepat. Sebaliknya, perlawanan Ukraina telah membuat Moskow mengalami beberapa kekalahan memalukan di medan perang, meskipun militer Rusia masih menempati sebagian besar wilayah di timur dan selatan Ukraina.
Para ahli telah mengamati Kremlin dengan cermat terkait sinyal arah perang yang kemungkinan berubah menjadi adanya penggunaan nuklir. Bila mengambil langkah ini, maka diyakini dapat mengisolasi Moskow dari sekutu mereka dan pembeli minyak yang tersisa, seperti China dan India.
Hanya 14% dari responden survei Dewan Atlantik yang mempercayai bahwa Rusia kemungkinan akan menggunakan senjata nuklir dalam sepuluh tahun ke depan.
"Di antara mereka yang mengharapkan negara itu mengalami kegagalan dan terpecah dalam dekade selanjutnya, 22 persen percaya bahwa penggunaan senjata nuklir akan menjadi bagian dari sejarah itu dalam sepuluh tahun kemudian," catat lembaga think tank itu.
Dikatakan bahwa ada beberapa harapan bahwa kegagalan negara di Rusia, atau perpisahan selama dekade mendatang, dapat mengarah pada hasil yang positif.
"Dari mereka yang percaya Rusia kemungkinan akan mengalami kegagalan sebagai sebuah negara atau perpisahan selama dekade mendatang, 10 persen berpikir bahwa itu adalah yang paling mungkin dari negara otokratis mana pun saat ini untuk menjadi demokratis pada akhir periode ini," ungkap survei tersebut.
Para ahli telah mengamati Kremlin dengan cermat terkait sinyal arah perang yang kemungkinan berubah menjadi adanya penggunaan nuklir. Bila mengambil langkah ini, maka diyakini dapat mengisolasi Moskow dari sekutu mereka dan pembeli minyak yang tersisa, seperti China dan India.
Hanya 14% dari responden survei Dewan Atlantik yang mempercayai bahwa Rusia kemungkinan akan menggunakan senjata nuklir dalam sepuluh tahun ke depan.
"Di antara mereka yang mengharapkan negara itu mengalami kegagalan dan terpecah dalam dekade selanjutnya, 22 persen percaya bahwa penggunaan senjata nuklir akan menjadi bagian dari sejarah itu dalam sepuluh tahun kemudian," catat lembaga think tank itu.
Dikatakan bahwa ada beberapa harapan bahwa kegagalan negara di Rusia, atau perpisahan selama dekade mendatang, dapat mengarah pada hasil yang positif.
"Dari mereka yang percaya Rusia kemungkinan akan mengalami kegagalan sebagai sebuah negara atau perpisahan selama dekade mendatang, 10 persen berpikir bahwa itu adalah yang paling mungkin dari negara otokratis mana pun saat ini untuk menjadi demokratis pada akhir periode ini," ungkap survei tersebut.
(akr)
Lihat Juga :