Wall Street Dibuka Menanjak Naik Usai Inflasi AS Melandai di Level 6,5 Persen
Kamis, 12 Januari 2023 - 23:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Goldman Sachs Tidak Lagi Meramalkan Resesi Bakal Melanda Eropa di Tahun 2023
Departemen tenaga kerja AS baru saja merilis tingkat inflasi AS yang meningkat 6,5% yoy di bulan Desember. Persentase tersebut lebih rendah dibandingkan bulan November sebesar 7,1% yoy. Inflasi bulanan juga turun 0,1% dari November.
Angka inflasi yang rendah mendorong harapan Federal Reserve dapat mengurangi tingkat suku bunganya pada pertemuan bulan Februari, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (12/1/2023).
Meski begitu kekhawatiran tetap ada bahwa bank sentral bakal mempertahankan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Saat ini pasar mempertaruhkan The Fed bakal mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin. Sementara puncak inflasi diproyeksikan berada di level 4,91%, sebagaimana tersaji dalam indikator Fedwatch.
Departemen tenaga kerja AS baru saja merilis tingkat inflasi AS yang meningkat 6,5% yoy di bulan Desember. Persentase tersebut lebih rendah dibandingkan bulan November sebesar 7,1% yoy. Inflasi bulanan juga turun 0,1% dari November.
Angka inflasi yang rendah mendorong harapan Federal Reserve dapat mengurangi tingkat suku bunganya pada pertemuan bulan Februari, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (12/1/2023).
Meski begitu kekhawatiran tetap ada bahwa bank sentral bakal mempertahankan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Saat ini pasar mempertaruhkan The Fed bakal mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin. Sementara puncak inflasi diproyeksikan berada di level 4,91%, sebagaimana tersaji dalam indikator Fedwatch.
(akr)
Lihat Juga :