Harga Komoditas Melandai, Ekspor RI Bisa Tergerus di 2023

Sabtu, 14 Januari 2023 - 15:29 WIB
loading...
Harga Komoditas Melandai,...
Harga komoditas diprediksi melandai tahun ini. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Pada tahun 2022 Indonesia meraup berkah dari melonjaknya harga komoditas . Namun, booming komoditas diproyeksikan mereda tahun ini dan tentunya berpengaruh ke kinerja ekspor RI.

Berstatus net eksportir komoditas membuat Indonesia pada tahun lalu kelimpahan rezeki berupa lonjakan ekspor hingga melambungnya penerimaan negara.

Sebagai catatan, Indonesia adalah eksportir terbesar dunia untuk batu bara thermal, produsen terbesar minyak sawit mentah atau CPO, dan penghasil terbesar nikel.

Berkah harga komoditas membuat Indonesia mampu mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 31 bulan beruntun hingga November 2022. BPS mencatat pada November surplus mencapai USD5,16 miliar. Adapun rekor surplus pada April yaitu senilai USD7,56 miliar.

Secara kumulatif Januari-November 2022 surplus neraca perdagangan menembus USD50,59 miliar. Jumlah ini melonjak dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat surplus USD34,41 miliar.

Untuk tahun ini, harga komoditas kemungkinan melandai. Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah mengatakan, meskipun harga komoditas mengalami tren penurunan namun harganya masih berada di level yang cukup tinggi.

"Harga komoditas diperkirakan akan mulai menurun di tahun 2023, walaupun secara level masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan level tahun 2018-2019 sebelum boom harga komoditas," kata Piter kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (13/1/2023).

Baca juga: Kaleidoskop 2022: Perang jadi Biang Masalah, Indonesia Malah Ketiban Berkah

Adapun harga komoditas seperti batu bara, mineral dan minyak kelapa sawit masih bertengger di harga yang cukup tinggi meskipun terjadi sedikit penurunan.

Piter menjelaskan, dengan adanya tren penurunan harga komoditas, maka akan berdampak pada nilai ekspor Indonesia yang juga akan turut terdegradasi. "Tetapi indonesia diyakini masih akan mengalami surplus neraca perdagangan," tukasnya.

Piter menambahkan, penurunan ekspor tersebut akan menurunkan nilai surplus perdagangan di 2023, nilainya diprediksi tidak akan lebih besar dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.

Baca juga: Tertinggi dalam Sejarah, Surplus Neraca Dagang 2022 Diramal Tembus USD55 Miliar

"Nilai surplus neraca perdagangan tahun 2023 akan jauh lebih rendah bila dibandingkan surplus neraca dagang tahun 2022 yang diperkirakan mencapai USD50-55 miliar," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
PT Invetra Teknologi...
PT Invetra Teknologi Berjangka Hadirkan Platform Trading Forex dan Komoditas Berstandar Global di Indonesia
Rekomendasi
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved