APBN Jadi Tameng, Subsidi dan Kompensasi Energi 2023 Disiapkan Rp 339,6 Triliun
Selasa, 17 Januari 2023 - 16:04 WIB
loading...
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati menegaskan, peran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam melindungi perekonomian RI dari berbagai shock (guncangan) di tahun 2023. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani Indrawati menegaskan, peran Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) dalam melindungi perekonomian RI dari berbagai shock (guncangan) di tahun 2023. Di antaranya yakni melalui alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi hingga ketahanan pangan.
"Untuk subsidi dan kompensasi sehingga walaupun tadi harga BBM kalau di luar negeri karena terjadinya perang di Ukraina itu meningkatnya bisa dua hingga tiga kali lipat. Di Indonesia, harga BBM naik 30%, ini karena kita mengalokasikan subsidi kompensasi sebesar Rp551 triliun di 2022 dan tahun ini kita alokasikan Rp339,6 triliun," ungkap Sri Mulyani dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda tahun 2023 di Sentul, Selasa (17/1/2023).
Baca Juga: 5 Risiko Ekonomi Ini Mengancam Indonesia, WEF Wanti-wanti Krisis Utang
Bila melihat dari besaran anggaran tersebut, dia mengatakan anggaran subsidi energi pada 2023 tercatat lebih sedikit Rp212 triliun dari alokasi 2022, atau turun 38,4%.
Sebelumnya negara telah mengucurkan dana senilai Rp 422 triliun dari APBN untuk subsidi energi pada 2022. Terlebih, harga energi melonjak seiring terjadinya perang Rusia-Ukraina. Dengan pemberian subsidi, pemerintah menahan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM, sehingga dapat dijangkau masyarakat
"Untuk subsidi dan kompensasi sehingga walaupun tadi harga BBM kalau di luar negeri karena terjadinya perang di Ukraina itu meningkatnya bisa dua hingga tiga kali lipat. Di Indonesia, harga BBM naik 30%, ini karena kita mengalokasikan subsidi kompensasi sebesar Rp551 triliun di 2022 dan tahun ini kita alokasikan Rp339,6 triliun," ungkap Sri Mulyani dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda tahun 2023 di Sentul, Selasa (17/1/2023).
Baca Juga: 5 Risiko Ekonomi Ini Mengancam Indonesia, WEF Wanti-wanti Krisis Utang
Bila melihat dari besaran anggaran tersebut, dia mengatakan anggaran subsidi energi pada 2023 tercatat lebih sedikit Rp212 triliun dari alokasi 2022, atau turun 38,4%.
Sebelumnya negara telah mengucurkan dana senilai Rp 422 triliun dari APBN untuk subsidi energi pada 2022. Terlebih, harga energi melonjak seiring terjadinya perang Rusia-Ukraina. Dengan pemberian subsidi, pemerintah menahan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM, sehingga dapat dijangkau masyarakat
Lihat Juga :