Rusia Cetak Rekor Surplus Transaksi Berjalan di 2022 Capai Rp 3.435 Triliun
Rabu, 18 Januari 2023 - 08:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pakar: Pemerasan Energi Putin di Eropa Menandai Akhir dari Pasar Minyak Global
Ketika impor turun, neraca perdagangan Moskow - perbedaan antara total ekspor dan impor - membengkak menjadi USD 282,3 miliar pada tahun 2022 atau naik dari USD 170,1 miliar pada tahun sebelumnya.
Bank sentral mengatakan, harga komoditas yang lebih tinggi sepanjang 2022 telah membantu mendorong transaksi berjalan lebih tinggi. Sementara impor perlahan mulai pulih pada paruh kedua tahun ini.
Pendapatan ekspor Rusia diyakini akan berada di bawah tekanan pada tahun baru 2023 karena sanksi Barat dan Jepang terhadap minyak Rusia mulai berlaku secara penuh. Negara G7 akan memperluas embargo minyak di luar minyak mentah dengan memasukkan produk minyak Rusia mulai 5 Februari.
Analis mengatakan, ini dapat menyebabkan pengurangan produksi minyak Rusia hingga 1 juta barel per hari (bpd) pada kuartal pertama 2023. Proyeksi resmi melihat output produk minyak Rusia turun tajam tahun ini menjadi 230 juta ton dari 272 juta, menurut sumber senior Rusia.
Ketika impor turun, neraca perdagangan Moskow - perbedaan antara total ekspor dan impor - membengkak menjadi USD 282,3 miliar pada tahun 2022 atau naik dari USD 170,1 miliar pada tahun sebelumnya.
Bank sentral mengatakan, harga komoditas yang lebih tinggi sepanjang 2022 telah membantu mendorong transaksi berjalan lebih tinggi. Sementara impor perlahan mulai pulih pada paruh kedua tahun ini.
Pendapatan ekspor Rusia diyakini akan berada di bawah tekanan pada tahun baru 2023 karena sanksi Barat dan Jepang terhadap minyak Rusia mulai berlaku secara penuh. Negara G7 akan memperluas embargo minyak di luar minyak mentah dengan memasukkan produk minyak Rusia mulai 5 Februari.
Analis mengatakan, ini dapat menyebabkan pengurangan produksi minyak Rusia hingga 1 juta barel per hari (bpd) pada kuartal pertama 2023. Proyeksi resmi melihat output produk minyak Rusia turun tajam tahun ini menjadi 230 juta ton dari 272 juta, menurut sumber senior Rusia.
(akr)
Lihat Juga :