Simak Rekomendasi Investasi Cuan Tahun 2023!

Rabu, 18 Januari 2023 - 14:33 WIB
loading...
Simak Rekomendasi Investasi...
Sampai dengan semester pertama tahun 2023 reksa dana pendapatan diyakini tetap bisa terus menguat. Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - Setelah diterjang kondisi yang mengacaukan ekonomi global seperti Covid-19, perang Rusia-Ukraina, dan kenaikan agresif suku bunga The Fed hampir sepanjang tahun 2022. Tahun 2023 yang diramalkan tentang akan gelapnya ekonomi dunia, ternyata pada awal tahun ini justru perekonomian global mendapatkan angin segar, yakni seperti menurunnya inflasi Amerika dan melandainya kenaikan suku bunga The Fed.

Bahkan minat investor asing terhadap Surat Utang Negara melalui lelang terus meningkat pada awal tahun 2023, bahkan menembus sampai Rp10,74 triliun merupakan yang tertinggi dalam 3,5 tahun lebih.

Baca Juga: Berburu Cuan di Reksa Dana

Jika dilihat dari hal tersebut, ini menandakan bahwa obligasi bisa menjadi primadona investasi pada semester I tahun 2023 dan tentunya investasi safe haven seperti emas juga masih menjadi pilihan bagi para investor. Oleh karena itu reksa dana pendapatan tetap yang mayoritas mempunyai efek obligasi berpeluang tumbuh positif pada semester pertama tahun ini.

"Pada tahun 2023 banyak orang yang meramalkan bahwa kondisi ekonomi dunia akan gelap, akan tetapi bagi Indonesia sendiri ada beberapa sinyal positif dari global dan domestik yang datang, seperti melambatnya inflasi, melandainya kenaikan suku bunga The Fed, yang memberikan angin segar untuk jenis investasi reksa dana pendapatan tetap, dengan melambatnya kenaikan suku bunga, kami berpendapat sampai dengan semester I tahun 2023 reksa dana pendapatan tetap bisa terus menguat," jelas Fixed Income Manager MNC Asset Management, Muhamad Sugiarto.

Reksa dana pendapatan tetap milik MNC Asset Management yakni, MNC Dana Likuid dan MNC Dana Syariah yang mayoritas memiliki efek obligasi korporasi dengan rating minimal single A, selain volatilitasnya yang cenderung lebih kecil, dengan pemilihan efek rating single A merupakan salah satu strategi untuk mitigasi investasi.

Dimas Aditya Ariadi, Chief Marketing Officer MNC Asset Management berpendapat bahwa reksa dana pendapatan tetap pada semester I tahun 2023 ini bisa menjadi pilihan utama bagi para pelaku pasar modal, sebab instrumen investasi fixed income mendapatkan angin segar karena melambatnya kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Tips MotionTrade: Apa Itu NAB Reksa Dana?

"Selain itu dengan pemilihan efek obligasi korporasi, kami optimis di semester I tahun 2023 ini reksa dana pendapatan tetap performance nya akan terus terjaga dengn baik," tegas Dimas.

Seperti pada performa reksa dana perndapatan tetap berdasarkan NAB tanggal 16 Januari 2023, MNC Dana Likuid dan MNC Dana Syariah bertengger pada posisi top 3 di semua APERD (Agen Penjual Reksa Dana), dengan 1 year performance yang menghasilkan return 8,03% p.a (net) untuk MNC Dana Likuid sedangkan MNC Dana Syariah dengan imbal hasil 7,63% p.a (net).

Adapun bagi masyarakat yang ingin membeli reksa dana MNC Dana Likuid dan MNC Dana Syariah dapat membeli melalui beberapa APERD atau aplikasi investasi online, seperti Motion Trade, Bareksa, IPOT, Ajaib, NAVI, POEMS, Invesnow, dan SMARD.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved